logo


Di G20, Indonesia adalah Negara dengan Utang Paling Rendah

Utang Indonesia di tahun 2018 terkecil di kawasan Asia Tenggara. Hal ini pun harus dipertahankan dan ditingkatkan mengingat harga dolar per rupiahnya semakin melonjak.

29 Agustus 2019 14:16 WIB

sri mulyani dan jokowi
sri mulyani dan jokowi monitor.co.id monitor

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan bahwa tingkat utang Indonesia yang paling rendah di antara negara-negara anggota G20 dan negara emerging market lainnya.

"Indonesia pada saat ini dikenal sebagai negara emerging market dengan tingkat utang termasuk paling rendah dan defisit paling rendah, di antara negara G20, maupun negara-negara emerging di luar G20 lainnya," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8).

Sri Mulyani mengatakan bahwa rasio utang diatur dengan ambang batas sebesar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tahun kemarin, posisi utang pemerintah mencapai Rp4.418,3 triliun. maka rasio utang terhadap PDB mencapai 29,98%. Di akhir Juli 2019, utang pemerintah mencapai Rp4.603,6 triliun atau 29,51%.


Seleksi Capim KPK Dikritik, Moeldoko: Cari Sempurna di Surga Saja

Hal ini menunjukkan bahwa dari waktu ke waktu rasio utang pemerintah masih terjaga dibawah batas aman.

Jika dibandingkan dengan negara lain umumnya memiliki tingkat rasio yang tinggi, seperti Malaysia dengan rata-rata rasio utang terhadap PDB sebesar 40%, Thailand 50%, Amerika Serikat sebesar 100%, dan Jepang 200%.

"Sehingga ke depan kami akan terus mengelola utang negara secara efisien, prudent, transparan, dan akuntabel," kata Sri Mulyani.

Presiden Joko Widodo menyampaikan Nota Keuangan pada 16 Agustus 2019 lalu, menargetkan pengendalian rasio utang dalam batas aman berkisar 29,4% hingga 30,1% terhadap PDB di tahun 2020. Di mana pembiayaan utang pada 2020 akan sebesar Rp351,9 triliun.

Pengamat Sebut Jokowi Mampu Rampungkan Pemindahan Ibu Kota di Masa Jabatan

Halaman: 
Penulis : Aldila Arin