logo


Prihatin Adanya Pembacokan Anggota TNI di Papua, Abdul Kharis: Ini Mencederai Kedaulatan NKRI

Simak berita selengkapnya

29 Agustus 2019 11:26 WIB

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari.
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Satu anggota TNI gugur dan enam anggota TNI-Polri terluka akibat panah dan bacokan dari tindakan gerakan separatis bersenjata (GSB) di Deiyai, Papua.

Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari mengaku prihatin dan mengutuk keras tindakan aktor yang menunggangi aksi massa tersebut.

Baca Juga: Akui Diserang dan Difitnah, Atta Halilintar: Aku Bukan Malaikat Atau Nabi yang Gak Punya Salah


Terima dengan Senang Hati Pemberian Pin Emas, Politisi Gerindra: Jangan Sampai Dijual

Usul Ibu Kota Pindah Setiap 5 Tahun Sekali, Musisi Ini Malah Dibully Netizen

“Saya sebagai Ketua Komisi 1 DPR RI menyatakan bela sungkawa kepada semua keluarga prajurit TNI yang gugur dan terluka, saya  meminta penegakan hukum dan kejar semua pelaku, dalang dan aktor intelektual  jangan ada sejengkalpun tanah Indonesia yang dibawah kendali GSB dan melakukan kekejian terhadap Prajurit dan Rakyat  Indonesia" ujar Kharis di Jakarta, Kamis (29/8).

Politisi PKS mengatakan bahwa TNI/Polri dan BIN tentu sudah mempunyai data dan infomasi intelijen terkait kasus tersebut sehingga kita yakin dapat menganalisis situasi dan kondisi di lapangan untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan lain yang diperlukan.

“Ini bukan lagi soal kelompok kriminal, ini mencederai kedaulatan NKRI, setiap jengkal tanah Republik ini harus aman dari setiap rongrongan kelompok macam ini, Pemerintah harus jadikan krisis Papua ini sebagai prioritas yang harus segera ditangani. Ini sudah mendesak sebelum jatuh korban yang semakin banyak lagi,” tuturnya.

Panglima TNI Terima Laporan 25 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

“Masalah-masalah lain juga penting, tapi tidak mendesak, hendaknya jangan hanya sibuk berkutat di situ saja. Bila kita gagal menangani krisis Papua bisa jadi akan membawa negara kita ke arah perpecahan dan disintegrasi yang merembet di mana-mana,” tegasnya.

Kharis juga menyatakan bahwa keberingasan Gerakan Separatis ini juga harusnya membuka mata dunia agar proporsional melihat masalah di Papua.

Fahri Hamzah ke Jokowi, "Kuping Bapak Seperti Disumbat Tisu Basah"

Menurutnya, jangan sampai kita menyia-nyiakan pengorbanan nyawa, darah, keringat dan air mata yang sejak berpuluh puluh tahun lamanya tumpah di sana, terutama pengorbanan para pahlawan yang berguguran merebut dan mempertahankan kedaulatan kita di Papua.

"Bagaimana beringasnya kelompok GSB menunggangi demonstrasi dan merebut senjata jelas tujuan mereka merongrong keamanan dan membuat kekacauan, SOP sudah dijalankan TNI/Polri dalam menangani demonstrasi,  dunia internasional juga harus membuka mata dan melihat persoalan di Papua ini dengan lebih obyektif,” kata Kharis

“Dengan kejadian ini kita harap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk lebih ditingkatkan. NKRI dan seluruh tanah air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedaulatan yang wajib di hormati semua negara. Jangan sampai ada intervensi dalam masalah dalam negeri Indonesia,” pungkasnya.

 

Fahri Hamzah ke Jokowi, "Kuping Bapak Seperti Disumbat Tisu Basah"

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata