logo


Pagu Anggaran Rp120,21 T, Kementerian PUPR Selesaikan Bendungan dan Bangun Irigasi

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air

28 Agustus 2019 22:07 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI  dalam Nota Keuangan RAPBN TA. 2020 di Ruang Rapat Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (28/8).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI  dalam Nota Keuangan RAPBN TA. 2020 di Ruang Rapat Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (28/8). Kementerian PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa pagu Anggaran Kementerian PUPR tahun 2020 sebesar Rp120,21 triliun.

Menurutnya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp 43,97 triliun, konektivitas sebesar Rp 42,95 triliun, permukiman sebesar Rp 22 triliun, perumahan sebesar Rp 8,48 triliun, pembinaan konstruksi Rp 725 miliar, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar Rp 525,18 miliar, Penelitian dan Pengembangan sebesar Rp 452 miliar dan pengembangan infrastruktur wilayah, pengawasan dan dukungan manajemen sebesar Rp 831,19 miliar.

“Untuk embung, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal SDA akan membangun 70 embung terutama di daerah kering di NTT, NTB, dan Maluku antara lain Embung Bokondini, Embung Botawa, Embung Sempaja. Selanjutnya adalah merevitalisasi 3 danau antara lain pembangunan Alur Tano Ponggol di Danau Toba dalam rangka menunjang pariwisata, dan revitalisasi Danau Rawa Pening sebagai penyediaan air baku dan tenaga listrik di Jawa tengah,” jelas Basuki dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI  dalam Nota Keuangan RAPBN TA. 2020 di Ruang Rapat Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (28/8).


Jadi Underpass Terpanjang, Kementerian PUPR Percepat Penyelesaian Underpass NYIA

Kedua, pengembangan irigasi dan rawa dengan anggaran sebesar Rp 8,32 triliun. Ketiga, penyediaan air tanah dan air baku dengan anggaran sebesar Rp 2,6 triliun yang digunakan antara lain untuk penyediaan air baku daerah rentang kekeringan dengan kapasitas 3,0 m3/detik. Keempat, operasi dan pemeliharaan infrastruktur SDA dengan anggaran sebesar Rp 4.46 triliun.

Kelima, pengendalian lumpur Sidoarjo dengan anggaran sebesar Rp 280 miliar yang digunakan untuk pengaliran lumpur sebanyak 31 juta m3 slurry dan peningkatan tanggul sepanjang 2 km. Keenam, pembangunan pengendali daya rusak air dengan anggaran sebesar Rp 6,84 triliun.

“Untuk pengendalian banjir di Sulawesi Tenggara kini dalam tahap konstruksi yakni Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur dengan kapasitas 45,9 juta m3. Kemudian akan dibangun Bendungan Ameroro dengan kapasitas tampung 55,1 juta m3 di Kabupaten Konawe,” jelas Menteri Basuki.

Disamping itu juga dibanun infrastruktur pengendali sedimen/lahar gunung berapi sebanyak 21 buah antara lain di Gunung Merapi dan Gunung Agung. Kemudian pembangunan pengaman pantai sepanjang 18 Km. Ketujuh, dukungan lainnya sebesar Rp 2,95 triliun.

Habiskan Rp300 Miliar, Pembangunan Stadion Manahan Solo Sudah 96%

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata