logo


Ibu Kota Pindah ke Kaltim, DPRD Beberkan Keuntungannya untuk Jakarta

Syarif mengatakan bahwa perlu dibuat UU baru untuk DKI sebagai daerah otonomi khusus

28 Agustus 2019 15:05 WIB

Warga bermain layang-layang di kawasan Monas.
Warga bermain layang-layang di kawasan Monas. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ibu kota negara akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pemindahan ibu kota tersebut dinilai membawa dampak positif kepada Jakarta.

Wakil Ketua sementara DPRD DKI Jakarta, Syarif, menyebut pemindahan ibu kota bisa mengurangi beban Jakarta.

"Iya justru positif, kenapa? Jakarta kan terlalu beban teramat banyak, kewenangannya tumpang tindih. Sehingga dengan pemindahan ibu kota menurut saya positif dampaknya untuk DKI," ujar Syarif di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (28/8).


Anies Baswedan Ungkap, Ibu Kota Pindah, Perkantoran Bekas di Jakarta Akan Jadi.....

Selain itu, Syarif menyebut, nantinya Jakarta bisa lebih fokus menangani masalah yang ada.

"Sekarang tuh gini loh, ngurus sungai di Jakarta aja yang besar-besar ditangani pusat, dengan cara dipindahkan Jakarta akan lebih fokus mengurusi DKI. Menurut saya itu," kata Syarif.

Syarif mengatakan bahwa perlu dibuat UU baru untuk DKI sebagai daerah otonomi khusus.

"Dibuat UU baru untuk DKI sebagai derah otonomi bukan sebagai pemerintahan ibu kota, tapi DKI sebagai otonomi khusus," kata Syarif.

"Kenapa, karena aset-aset pemerintah pusat masih di sini, kalau aset pemerintah masih di DKI kemudian Jakarta tidak bisa mengelola menurut saya itu sayang sekali," sambungnya.

Minta Masyarakat Tak Usah Kaget dengan Ibu Kota Baru, Firman Soebagyo: untuk Pemerataan Ekonomi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata