logo


Beasiswa, Program Sederhana Penyelamat Bangsa

Kata siapa sekolah itu mahal?

28 Agustus 2019 12:05 WIB

Wisuda sebagai upacara kelulusan mahasiswa
Wisuda sebagai upacara kelulusan mahasiswa Hipwee

JAKARTA - JITUNEWS.COM Pendidikan memang bukan satu-satunya jalan untuk menjadi sukses. Namun, dengan pendidikan, manusia mempunyai pola pikir yang sistematis dan terbiasa dengan problem solving. Menempuh pendidikan di sekolah bukan semata-mata untuk mencari ilmu tapi juga bertujuan untuk bersosialisasi. Terlepas dari kemampuan akademik yang wajib dimiliki seorang pelajar, manusia masih makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.

Wajib Belajar 9 tahun belum dihapus dari Program Pemerintah dengan tujuan agar generasi muda bangsa Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara lain. Di samping itu, sumber daya generasi muda adalah aset bangsa yang sangat berharga. Hal ini dibuktikan dengan kutipan  Ir Soekarno yang berbunyi “Berikan aku satu pemuda, maka aku akan mengubah dunia”. Motivasi kuat untuk menjadi orang sukses yang dimiliki para siswa adalah jalan menuju Indonesia yang lebih baik. Bagaimana mungkin bangsa Indonesia akan maju bila tak ada motivasi sama sekali dari para pelajarnya?

Setelah menamatkan bangku SMA atau SMK, tak jarang dari mereka yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena tidak didukung faktor ekonomi yang cukup. Mereka lebih memilih bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Impian mereka ketika kecil yang ingin menjadi dokter, polisi, guru, wartawan, seketika kandas karena tidak bisa mengenyam pendidikan di bangku kuliah.


Kementerian PUPR Bangun Kampus UIII di Depok Tahap II Senilai 498 Miliar

Untuk memasuki jenjang perkuliahan, tiap kampus sudah menyediakan beasiswa. Bagi kalian yang masih ingin menempuh pendidikan di bangku kuliah, tak ada salahnya kan mengunjungi kampus favorit ataupun kampus terdekat untuk menanyakan info beasiswa? Mengunjungi situs atau web resmi perguruan tinggi idaman juga alternative cepat yang bisa dicoba.

Salah satu contohnya adalah beasiswa untuk jenjang S1 yang pernah ditawarkan oleh Universitas Negeri Semarang 2010-2015, yaitu Beasiswa PPA yang ditujukan untuk mahasiswa dengan IPK cumlaude dan Beasiswa Bidik Misi untuk mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Jadi, kalian yang sekarangduduk di jenjangSekolahMenegahAtasatauSekolahMenengahKejuruan, bersiaplah untuk menjadipemburubeasiswa bila keluargakurangmendukungkeputusankalian untuk berkuliah. Ketikaduduk di kelas 12 pun banyakperguruantinggi yang merekrutcalonmahasiswamelaluiindeksnilairaporsiswa. Siswadengannilairaport baik dan mendapatperingkat akan lebihmudah untuk masuk ke perguruantinggidengan jaminan beasiswa yang mencakupbiaya hidup dan biayakuliah.

Perguruan tinggi memang tak jarang menaikan prestige para orang tua dengan memamerkan anaknya yang berhasil kuliah di kampus idaman dengan jurusan favorit dambaan semua orang. Namun, tak jarang pula orang tua yang mendidiknya buat hatinya agar bersungguh-sungguh belajar di bangku kuliah demi mendapat pekerjaan yang diharapkan.

Banyak pula generasi muda Indonesia yang ingin menuntaskan pendidikan hingga tingkat tertinggi yaitu jenjang doktoral, S3. Cerminan minat generasi muda Indonesia yang tetap ingin melanjutkan jenjang pendidikannya hingga tingkat tertinggi ini, menggoncangkan hati Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani untuk memrogamkan beasiswa berbasis S2 dan S3 baik dalam maupun luar negeri. Beasiswa tersebut adalah beasiswa LPDP.  

Beasiswa LPDP diperuntukan untuk semua penduduk Indonesia. Warga negara asing tidak diperbolehkan mengikuti program beasiswa ini. Selain LPDP, tiap kampus pun masih menyediakan program beasiswa untuk jenjang pendidikan tinggi. Selain LPDP, BUDI juga merupakan program Pemerintah untuk membantu mahasiswa yang masih ingin melanjutkan kuliahnya di jenjang magister maupun doktoral. Namun, BUDI mewajibkan para peminatnya untuk mempunyai pengalaman mengajar sebagai dosen.

Nah, kendala faktor ekonomi bukan alasan tepat untuk tidak berpendidikan, kan?

Menko PMK Beri Pembekalan Nilai Pancasila di KAMABA Universitas Indonesia

Halaman: