logo


KKP Catat Potensi Ekspor Perikanan USD 42,62 Juta di JISTE

Angka ini meningkat 14,67% dibandingkan nilai potensi transaksi pada pameran tahun sebelumnya.

28 Agustus 2019 11:31 WIB

- Untuk ketiga kalinya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut serta dalam Japan International Seafood and Technology Expo (JISTE) yang berlangsung pada 21 – 23 Agustus 2019 di Tokyo Big Sight, Jepang.
- Untuk ketiga kalinya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut serta dalam Japan International Seafood and Technology Expo (JISTE) yang berlangsung pada 21 – 23 Agustus 2019 di Tokyo Big Sight, Jepang. ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk ketiga kalinya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut serta dalam Japan International Seafood and Technology Expo (JISTE) yang berlangsung pada 21 – 23 Agustus 2019 di Tokyo Big Sight, Jepang.

Pameran ini merupakan pameran seafood terbesar di Jepang yang diikuti oleh sekitar 800 exhibitor dari 20 negara. Diisi sekitar 1.400 booth, JISTE dihadiri oleh industri retail, food services, trading, wholesaler, distributor, dan food processing dari seluruh wilayah Jepang dan sekitarnya.

Pada pameran JISTE kali ini, KKP mengikutsertakan 8 eksportir yang bergabung dalam Paviliun Indonesia seluas 84 m2 di South Hall 2 Booth No. BG-12. Selama pameran, eksportir Indonesia menampilkan beragam produk perikanan antara lain fresh dan frozen tuna; preecooked, smoked dan canned tuna; value added shrimp dan tilapia; patsteurized clams, crabs dan shrimps; serta unagi kabayaki.


Gandeng JICA, KKP Perkuat Koperasi Perikanan RI

Direktur Pemasaran, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia pada pameran JISTE bertujuan untuk meningkatkan ekspor produk perikanan ke pasar Jepang dan membuka peluang baru ekspor produk perikanan Indonesia di pasar internasional.

“Jepang merupakan mitra dagang utama kedua sebagai negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia setelah Amerika Serikat (AS) dengan nilai USD 676,58 juta atau 13,92% dari total nilai ekspor perikanan Indonesia tahun 2018,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan juga penandatanganan kerja sama suplai whole round tuna antara PT. Perikanan Nusantara (Perinus) yang diwakili Andre F. Budihardjo dengan beberapa buyers, seperti 1) Avis Cooperation, Kanzai Search Business Development dan Kaitokikaku Coorporation senilai USD3,78 juta; 2) Mushasi Co. Ltd. dengan nilai USD2,7 juta; dan 3) Laut Trans dengan nilai USD1,35 juta.

Selain itu, turut dilakukan penandatanganan kerja sama antara PT Perinus dengan Kaneshime Matsuda Suisan Co. Ltd. di bidang penguatan kapasitas staf bidang pengolahan ikan. Kerja sama juga dilakukan oleh PT Perinus dengan K-Laboratory di bidang penanganan dan budidaya benih sidat/belut (unagi).

Keikutsertaan KKP dalam JISTE selama tiga hari tersebut telah menghasilkan nilai potensi transaksi sebesar USD 42,62 juta. Angka ini meningkat 14,67% dibandingkan nilai potensi transaksi pada pameran tahun sebelumnya.

Produk yang diminati para buyers antara lain udang jenis windu dan vaname, tuna segar dan beku, gurita, produk olahan berbasis surimi, dan unagi kabayaki. Para buyers berasal dari Jepang, AS, China, Mexico, Taiwan dan Oman.

Sebagai informasi, total nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada tahun 2018 mencapai USD4,86 milyar. Jepang merupakan mitra dagang utama kedua setelah AS (USD 1.876,9 juta) dengan nilai ekspor USD 676,58 juta atau 13,92% dari total nilai ekspor perikanan Indonesia tahun 2018.

Sementara itu, tujuan utama pasar produk perikanan Indonesia lainnya ialah Tiongkok (USD 675,9 juta), ASEAN (USD 520,1 juta), dan Uni Eropa (USD 382,7 juta USD).

Komoditas ekspor utama perikanan Indonesia ke Jepang ialah udang (USD 334,94 juta), tuna cakalang dan tongkol (USD 133,26 juta), rajungan/kepiting (USD 36,47 juta), dan cumi-sotong-gurita (USD 17,9 juta).

Beredar Surat Mengatasnamakan KKP Minta Transfer, Slamet Soebjakto: Hoaks

Halaman: 
Penulis : Riana, Admin