logo


Pemindahan Ibu Kota Buat Jegal Anies di 2024? Ini Kata Pengamat Politik

Simak berita selengkapnya

28 Agustus 2019 08:36 WIB

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan Dok. Pemprov DKI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik Ujang Komarudin menanggapi adanya pemindahan Ibu Kota NKRI ke Kalimantan Timur sangat erat dengan kaitannya dengan nuansa politik, terutama Pilpres 2024.

Pasalnya, posisi sebagai kepala daerah di ibu kota sangat strategis mengangkat elektabilitas seseorang untuk terpilih di Pilpres.

Baca Juga: Tatap Muka Langsung dengan Masyarakat Papua, Hadi Tjahjanto Minta Masukan dan Saran


Sebagai Arsitek, Ridwan Kamil Kritik Pemindahan Ibu Kota, "Jangan Ulangi Kesalahan"

Sebagai Arsitek, Ridwan Kamil Kritik Pemindahan Ibu Kota, "Jangan Ulangi Kesalahan"

Padahal, Gubernur DKI Jakarta yang saat ini sedang menjabat bukanlah figur yang berasal dari kubu Jokowi di Pilpres 2019.

"Bisa saja indikasi itu ada, karena kita tahu Jokowi itu produk gubernur ibu kota negara yang jadi presiden," terang Ujang yang telah diwartakan Pojoksatu.id (27/8).

Bahkan, ia juga menduga pemindahan ibu kota tersebut berbau aroma bisnis. Pasalnya, banyak aset yang bakal ditukar guling. Ditambah, pembangunan di lahan baru akan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Ibu Kota Jadi Pindah, Ahok Beri Kritik Menohok, "Lari dari Masalah"

"Aroma politisnya berindikasi ke Pilpres 2024 dan aroma bisnis penguasaan tanah di ibu kota baru oleh pengusaha-pengusaha kakap," sambungnya.

Kemudian, dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini tidak yakin dengan adanya pemindahan ibu kota bakal membawa kesejahteraan untuk rakyat.

"Itu murni kepentingan elite politik dan pengusaha-pengusaha besar," katanya.

"Dengan ibu kota baru, harga tanah naik, mana mungkin rakyat bisa beli tanah. Untuk makan pun susah," tukasnya.

Ibu Kota Dipindahkan, Anies Ingin Jadikan Jakarta Menjadi ...

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata