logo


PA 212 ke Mendagri: Dengarkan Amanat Habib Rizieq

Slamet Maarif menilai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tidak memahami amanat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab secara utuh.

28 Agustus 2019 08:32 WIB

Penanggungjawab Reuni Akbar Mudjahid 212, Slamet Ma’rif
Penanggungjawab Reuni Akbar Mudjahid 212, Slamet Ma’rif Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menilai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tidak memahami amanat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab secara utuh. Dari situ, Tjahjo pun melontarkan pernyataan yang terkesan mendeskriditkan Habib Rizieq.

Sebelumnya, Menteri Tjahjo meminta Habib Rizieq belajar Pancasila. Menurut Slamet, saran Tjahjo tampak mengesankan pria Petamburan itu tidak paham dengan Pancasila.

Baca juga: Ibukota Dipindahkan, Anies Ingin Jadikan Jakarta Menjadi ...


Ini Alasan Kenapa Internet Papua Masih Diblokir Sampai Sekarang

"Suruh itu dengarkan amanat HRS secara utuh," kata Slamet dilansir dari laman jpnn.com, Selasa (27/8).

Menurut Slamet, Habib Rizieq menyampaikan amanat secara jelas ketika Milad ke-21 FPI, Sabtu (24/8) kemarin. Selain meminta BPIP dibubarkan, pria Petamburan itu menekankan bahwa Pancasila merupakan dasar negara.

"Pancasila adalah dasar negara bukan pilar negara," ungkap Slamet.

Selanjutnya, kata Slamet, amanat Habib Rizieq yakni mengajak umat menolak kekuasaan yang berdiri atas kecurangan. Sebab, justifikasi kecurangan merupakan legalisasi terhadap kejahatan.

"Justifikasi kecurangan adalah legalisasi kejahatan yang sangat berbahaya bagi penegakan hukum di Indonesia, sehingga wajib ditolak dan dilawan," timpal dia.

Ibu Kota Dipindahkan, Anies Ingin Jadikan Jakarta Menjadi ...

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu