logo


Sebagai Arsitek, Ridwan Kamil Kritik Pemindahan Ibu Kota, "Jangan Ulangi Kesalahan"

Simak berita selengkapnya

27 Agustus 2019 20:20 WIB

Ridwan Kamil
Ridwan Kamil

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ikut menanggapi keputusan pemerintah untuk pemindahan ibu kota baru, khususnya mengenai desain dan asumsi pembangunannya.

Menurut Ridwan, saat dirinya melihat desainnya banyak yang kurang tepat. Pasalnya, lahan yang digunakan terlalu luas, padahal hanya untuk 1,5 juta penduduk saja.

Baca Juga: Ibu Kota Jadi Pindah, Ahok Beri Kritik Menohok, "Lari dari Masalah"


Sangsikan Anggaran Pemindahan Ibu Kota Baru, Politis PDIP: untuk Apa Saja?

Soal Hina Salib, Ini Saran Ahok ke UAS, "Berdoa Saja"

"Kalau sudah jadi pertimbangan pemerintah pusat dan DPR saya kira kita dukung. Cuma sebagai arsitek saya melihat desain dan asumsi kota baru banyak hal-hal kurang tepat. Asumsinya lahannya terlalu luas, 200 ribu hektar untuk 1,5 juta penduduk. Menurut saya boros lahannya," ucap Kang Emil sapaan akrabnya yang juga telah diwartakan Tribun.com (27/8).

Ia mencontohkan Washington DC di mana populasi penduduknya hanya 700 ribu jiwa dan menempati lahan seluas 17 ribu hektar. Dengan lahan seluas itu, masyarakat bisa berjalan kaki dengan nyaman.

"Jadi kalau 1,5 juta penduduk, tanahnya cukup 35 ribu hektar saja. Kalau akan dihuni 1 juta penduduk tapi lahannya 200 ribu hektar, kebayang borosnya aspal, kabel, infrastruktur hanya untuk mengakomodir penduduk itu," imbuhnya.

Ketemu dengan Anies Baswedan, Ini yang Dirasakan Ahok, "Aku Orangnya Cepet Move On"

"Jangan mengulangi kesalahan segalanya harus lahan yang luas," tukasnya.

Ibu Kota Jadi Pindah, Ahok Beri Kritik Menohok, "Lari dari Masalah"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata