logo


Mensos Lantik Penyandang Disabilitas Menjadi Pejabat Tinggi Pratama Kemensos

Pelantikan ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas

26 Agustus 2019 21:27 WIB

Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, melantik Eva Rahmi Kasim sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Senin (26/8)
Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, melantik Eva Rahmi Kasim sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Senin (26/8) Kemensos

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Sosial dimana salah satunya adalah penyandang disabilitas sebagai wujud komitmen dalam memberi ruang kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) disabilitas dengan kemampuan kerja yang baik.

"Ibu Eva kami tetapkan sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama bukan karena beliau disabilitas. Tidak ada hubungannya dengan kondisi beliau tapi karena memang menurut Panitia Seleksi (Pansel) Lelang Jabatan beliau memiliki nilai atau scoring yang tertinggi," kata Agus kepada wartawan usai pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Gedung Kemensos RI di Jakarta, Senin. (26/8).

Keenam pejabat yang dilantik hari ini adalah
1. Sanusi sebagai Kepala Biro Hukum,
2. Laode Taufik Nuryadin sebagai Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil,
3. Muhamad Safii Nasution sebagai Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial,
4. Hasim sebagai Kepala Pusat Penyuluhan Sosial,
5. Beni Sujanto sebagai Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.
6. Eva Rahmi Kasim sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial


Ada Korban Meninggal di Gempa Banten, Pemerintah Beri Bantuan Rp15 Juta

Agus mengatakan pelantikan ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas pasal 11 huruf G yakni penyandang disabilitas mempunyai hak memperoleh kesempatan dalam mengembangkan jenjang karir serta segala hal normatif yang melekat di dalamnya.

"Saya berharap hal ini bisa menginspirasi para ASN penyandang disabilitas di seluruh tanah air bahwa tak ada limit bagi mereka untuk bermimpi menempati menempati jabatan atau posisi tertentu. Contohnya Ibu Eva yang meraih nilai terbaik berdasarkan hasil seleksi terbuka dan terbukti kompeten di bidang yang beliau tekuni," ujar Agus.

Sebagai informasi Ibu Eva merupakan alumni S-1 Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Indonesia (UI) kemudian melanjutkan S-2 di jurusan Ilmu Disabilitas, Deakin University, Melbourne, Australia.

Mensos Resmi Tutup Seleksi 5 Pilar Sosial Teladan 2019

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata