logo


Kaltim Jadi Ibu Kota, Polri Sebut Ancaman Terorisme Rendah

Kaltim layak menjadi ibu kota mengingat angka kriminalitasnya rendah

26 Agustus 2019 20:32 WIB

Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Brigjen Pol Dedi Prasetyo NetralNews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kalimantan Timur (Kaltim) dipilih sebagai ibu kota negara yang baru. Menurut Polri, Kaltim layak menjadi ibu kota mengingat angka kriminalitasnya rendah.

"Kalau Kaltim, dari data gangguan kamtibmas, termasuk 10 polda teraman. Artinya, kaltim memang dari sudut pandang sisi keamanan layak. Street crime terendah, kejadian menonjol sangat kecil," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/8).

Dedi menyebut ancaman terorisme di Kaltim lebih rendah dibanding Kalimantan Barat dan Jawa. Menurutnya, kejahatan yang ada di Kaltim berkaitan dengan sumber daya alam.


Minim Bencana, Jokowi Resmi Pilih Kaltim Jadi Ibu Kota Baru

"(Ancaman terorisme) Ada, cuma kecil. Yang menonjol terkait kejahatan sumber daya alam, masalah lingkungan, tapi itu pun masih bisa diatasi. (Contoh kasus) Eksploitasi sumber daya alam seperti tambang, tambang liar. Paling dominan tambang batu bara di sana," terang Dedi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan bahwa ibu kota negara akan dipindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim).

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).

Kaltim Resmi Jadi Ibu Kota Baru, Gubernur Bicara Dampak di Bagian Tengah dan Timur Indonesia

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata