logo


WOWS Jadi Primadona, Praktisi Migas: Kepastian Mendapatkan Minyaknya Lebih Tinggi

Biaya WOWS jauh lebih murah atau low cost dari biaya pengeboran sumur baru

26 Agustus 2019 14:28 WIB

Praktisi migas, Satoto Agustono dalam diskusi Forum Keuangan.co yang berlangsung di Jakarta, Senin (26/8).
Praktisi migas, Satoto Agustono dalam diskusi Forum Keuangan.co yang berlangsung di Jakarta, Senin (26/8). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Praktisi migas, Satoto Agustono, mengatakan bahwa aktivitas Work Over dan Well Services (WOWS) menjadi primadona dalam menjaga produksi minyak nasional karena memiliki tingkat kepastian lebih tinggi dibanding berharap pada sumur baru.

“Kepastian mendapatkan minyaknya lebih tinggi,” kata Satoto dalam diskusi Forum Keuangan.co yang berlangsung di Jakarta, Senin (26/8).

Work Over merupakan pekerjaan ulang atas sebuah sumur minyak yang telah ada. Sementara Well Service adalah perawatan sumur minyak. Berdasarkan data SKK Migas, ditahun 2019, Work Over bakal dilakukan di 969 sumur dan akan ada kegiatan Well Services sebanyak 25.296 kegiatan.


Ridwan Kamil Akan Lapor ke Jokowi soal Tumpahan Minyak, Ferdinand: Cengeng Nih

Satoto kemudian mengingatkan biaya WOWS jauh lebih murah atau low cost dari biaya pengeboran sumur baru. Praktisi senior tersebut menjelaskan untuk sumur baru dengan kedalaman 1.500 meter, biaya yang dibutuhkan sebanyak 4–5 juta dolar AS.

Menurut Satoto, WOWS akan selalu dibutuhkan selama minyak masih terus dieksploitasi. Pasalnya agar aktivitas eksplorasi berjalan maksimal, kontraktor Migas biasanya memang harus tetap melakukan aktivitas WOWS.

“Semua harus berjalan, dalam industri migas kebutuhannya dibagi bagi, antara eksplorasi, pengembangan dan WOWS masing masing berapa persen. Bisa saja kontraktor migas di tahun tertentu tidak ada aktivitas eksplorasi, tapi  WOWS akan tetap dilakukan. Ibarat kita punya mobil, tetap membutuhkan perawatan rutin khan, agar mobil tetap prima,” sambungnya.

ICP Juli Naik Tipis Jadi USD 61,32 per Barel

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata