logo


Bos Huawei: Kerugian Lebih Besar Ancam Perusahaan AS

"(Masuk ke) daftar entity tidak akan membunuh Huawei seperti harapan AS."

25 Agustus 2019 22:17 WIB

CEO Huawei Ren Zhengfei
CEO Huawei Ren Zhengfei CNN.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ren Zhengfei, pendiri sekaligus bos Huawei, kembali bicara mengenai sanksi dari pemerintah Amerika Serikat terhadap perusahannya. Ia merasa sanksi itu malah lebih melukai perusahaan-perusahaan AS ketimbang Huawei.

"(Masuk ke) daftar entity tidak akan membunuh Huawei seperti harapan AS. Ketika daftar entity keluar, AS menduga Huawei akan mati. Hasilnya, Huawei bukan cuma tidak mati tetapi hidup dengan lebih baik," kata Ren Zhengfei seperti dilansir GizChina.com.

Baca juga: Ini Bocoran Kirin 990, Prosesor Terkencang dari Huawei


Jalin Kontrak 5 Tahun dengan Qualcomm, LG Kembali Ramaikan Persaingan Smartphone

"Sebaliknya, daftar entity itu berdampak lebih besar kepada teman-teman Amerika kami karena mereka sudah menyuplai kami miliaran dolar. Tiba-tiba AS tak mengizinkan mereka menyuplai kami dan dalam jangka pendek sektor finansial akan amat terimbas," ujarnya.

Ren Zhengfei menambahkan, potensi perpanjangan sanksi dari AS juga berdampak kecil kepada Huawei dalam konteks 5G dan jaringan inti karena mereka tetap bisa eksis tanpa mengandalkan AS.

Saat ini Huawei sendiri tampaknya lebih fokus pada pemberian izin sistem operasi Android pada perangkat mereka karena OS itu "aktif dalam miliaran perangkat di penjuru dunia".

"Jika sanksi AS kepada kami terus berlanjut, bisa pula ada langkah-langkah alternatif yang harus diambil," tutur Ren Zhengfei.

Redmi Note 8 Bakal Punya Kamera 25x Zoom, Ungguli Oppo Reno 2

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu