logo


Soal Pin Emas, Ketum PAN Sindir PSI: Kalau Enggak Mau, Enggak Usah Diambil

"Enggak usah diambil, ini ngomong panjang tapi nanti ngambil juga. Kalau enggak mau, enggak usah diambil, selesai,"

25 Agustus 2019 19:13 WIB

Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan Fajar.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyoroti kontroversi penggunaan pin emas untuk anggota DPRD. Dia pun meminta tidak ada pihak yang sengaja membuat kisruh dan mencari popularitas dari isu tersebut.

"Ngapain cari-cari popularitas dari situ. Menurut saya kalau enggak mau jangan diambil. Kelar. Enggak usah diambil, ini ngomong panjang tapi nanti ngambil juga. Kalau enggak mau, enggak usah diambil, selesai," kata Zulkifli dilansir dari merdeka.com, Minggu (25/8).

Menurut Zulkifli banyak hal yang lebih penting daripada mengurusi pin emas. Salah satunya adalah masalah kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu.


Meski Dizalimi, Habib Rizieq di Arab Saudi Merasa Nyaman dan Penuh Berkah

"Aduh kita soal pin aja ribut. Ya ini negara, ini (masalah) Papua lebih gede," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan pengadaan pin emas untuk anggota DPRD baru senilai Rp 1,3 miliar. Pin emas ini masuk dalam anggaran Pengadaan Pakaian Dinas dan Atributnya di Sekretariat DPRD. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak anggaran pin emas ini yang dinilai terlalu besar, sementara masih banyak kebutuhan prioritas warga DKI Jakarta yang harus jadi perhatian.

"Kami menolak adanya penganggaran dan kami nanti secara teknis terutama saya siap mengembalikan pin emas tersebut," jelas Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih dari PSI, August Hamonangan, Selasa (20/8).

"Itu bukan sebagai bentuk yang layak kami terima. Selain masih banyak warga DKI yang belum mendapatkan kesejahteraan sebagaimana layaknya. Kami juga harus menunjukkan dulu gimana kinerja kami dan emas bukanlah suatu bentuk penghargaan kepada kami. Kami perlu prestasi emas. Jadi bukan pinnya yang emas," lanjutnya.

Fahri Hamzah Terang-terangan Sindir Jokowi, Dulu Suka Kijang Inova, Sekarang Mobil Jerman

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu