logo


Siapa Bilang Player Mobile Legends Semuanya Toxic?

Berikut ulasannya

25 Agustus 2019 13:25 WIB

Mobile Legends Bang-bang
Mobile Legends Bang-bang
dibaca 304 x

E-sport atau elektronik sport sudah bukan hal asing lagi di era digital ini. Indonesia merupakan salah satu negara dengan penikmat e-sport terbesar di dunia.

Salah satu e-sport yang diminati di Indonesia adalah game MOBA (Multiplayers Online Battle Arena) bernama Mobile Legends. Game adaptasi dari Moonton ini dimainkan oleh berbagai kalangan dari anak-anak, remaja, dan dewasa. Tak hanya untuk laki-laki, perempuan pun menggandrungi jenis game moba ini.

Dengan kata lain, game mobile legends bukan hanya sekedar game, tapi sudah menjadi ajang e-sport terbesar di dunia, khususnya di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan hasil top players di tiap seasonnya masih diduduki oleh players di Indonesia seperti Jess Nolimit yang memiliki nama Justin, Lemon yang memiliki nama asli M. Ikhsan, Oura yang memiliki nama asli Eko.


Simak! Berikut 4 Level Petarung Terkuat di One Piece! Zoro Masuk Nggak?

Mobile Legend selalu mengadakan event-event menarik seperti kontes antar Negara, MPL (Mobile Legend Profesional Players), MCL (Mobile Legend Champion League), Cosplay role hero di mobile legend, dance cover theme song mobile legend dan masih banyak lagi.

Namun, salah satu hal negative dari game mobile legend ini adalah banyaknya toxic players yang sangat mengganggu lingkungan di sekitarnya. Mungkin bisa dimaklumi karena game ini bergenre perang, apalagi tiap players harus rela kehilangan bintang dan turun tier ketika bermain di mode rank. Apalagi, banyak anak-anak SD yang sudah bisa mengakses game digital ini.

Di channel youtube pun banyak bertebaran para youtuber gaming yang sering melontarkan kata-kata jorok dan tak seharusnya ditirukan. Namun, diantara banyaknya toxic players, beberapa youtuber gaming juga masih bisa berbicara santun. Berikut ini beberapa player mobile legend non-toxic yang patut dijadikan teladan.

1. Jess No Limit

Jess No Limit adalah pemain e-sport dari tim evos. Dari awal season hingga season 13, Ia selalu menduduki top global player dengan tingkat popularitas paling tinggi. Subscibers youtubenya pun meningkat drastis sampai dinobatkan sebagai tuhan youtube Indonesia. Jess tidak pernah melontarkan kata-kata kasar selama bermain game. Pernah sesekali teman satu tim Jess mengambil buff (makanan hero) miliknya, namun Jess tidak marah.

Ia hanya bilang, “hm pinter banget ya guys ya”. Hal ini tentunya sangat kontras dengan para gamers lain yang spontan memaki-maki siapa saja yang mengambil buffnya, mengingat buff itu sendiri sangat penting untuk meningkatkan level dan kekuatan hero. Jess juga sering menjadi penengah ketika tim evos sedang memanas akibat perbedaan pendapat di saat turnamen. Jess juga malah sering tertawa ketika dalam battle game, padahal battle tersebut memerlukan konsentrasi yang tinggi agar mendapat victory.

Ia pernah menabrakan Johnson (salah satu nama hero bertipe tank) ke base musuh dan tertawa terbahak-bahak tanpa ada rasa beban terhadap teman satu timnya.

2. Lemon

Setelah Jess, ada lemon dari tim RRQ yang juga jauh dari kata toxic. Lemon lebih suka memakai role hero mage dalam battle. Berbeda dengan Jess, Lemon lebih suka tidak banyak bicara dan lebih focus ketika sedang bermain. Lemon pernah bermain rank solo dengan teman satu tim yang nob (sebutan untuk player yang tidak pandai bermain).

Hasil pertandingannya pun kalah, tapi lemon tidak mengatakan sepatah kata pun yang menjelek-jelekan timnya, atau umpatan-umpatan kotor lainnya. Lemon telah bermain game semenjak Ia berusia enam tahun. Ia selalu ingin menjadi yang terbaik dalam bermain game.

10 Cara Cepat Hilangkan Stres Tanpa Obat Penenang, Patut Dicoba!

Halaman: 
Admin : Raka Kisdiyatma