logo


Kawasan Kota Lama Semarang Siap Menjadi Tuan Rumah Event Pariwisata

KKLS yang dikenal banyak terdapat bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa sebagai pusat perdagaaan pada masa Hindia Belanda.

24 Agustus 2019 12:43 WIB

Penataan Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS)
Penataan Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS) Kemen PUPR

SEMARANG, JITUNEWS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS) tahap I. Setelah dilakukan penataan, KKLS siap membuat mata dunia sekali lagi tertuju kepadanya.

"Penataan dilakukan agar kawasan lebih rapi, nyaman dan bisa menjadi tujuan wisata. Selama ini, wisatawan yang datang ke Semarang lebih banyak memilih berkunjung ke Candi Borobudur atau Pulau Karimunjawa," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Pekerjaan dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya secara bertahap sejak Desember 2017 hingga Juni 2019 dengan anggaran Rp183 miliar. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT. Brantas Abipraya.


Menko PMK Beri Pembekalan Nilai Pancasila di KAMABA Universitas Indonesia

"Penataan juga bertujuan mewujudkan kota Semarang menjadi kota pusaka yang layak huni dan berkelanjutan. Nantinya bisa menjadi kawasan wisata yang mewadahi berbagai kegiatan masyarakat, seperti Car Free Day, festival seni budaya dan kuliner yang akan meningkatkan ekonomi lokal," tambahnya.

Event yang akan digelar dalam waktu dekat adalah Festival Kota Lama Semarang pada 12-22 September 2019. "Seluruh indonesia mencoba membantu untuk menghidupkan Kota Lama. Teman-teman luar negeri juga datang untuk membantu. Ada buku yang diberikan kepada saya berjudul Kissing Sleeping Beauty Alive. Buku tentang kota lama yang indah bak gadis cantik yang tertidur. Butuh banyak pangeran untuk menciumnya agar dia bisa hidup lagi. Festival ini adalah festival untuk mencium gadis cantik yang tidur itu,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ada banyak pertunjukan yang akan ditampilkan pada festival tersebut antara lain seni musik, menari, membaca puisi, kuliner, diskusi mengenai KKLS yang dulu, sekarang dan kedepan. “Saya tunggu anda untuk hadir dan mari kita hidupkan kota lama. Terima kasih teman-teman yang sudah membantu,” kata Ganjar.

Sal Kericuhan Papua, Mahfud MD Ingatkan Peran Presiden Terdahulu Hingga Jokowi

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu