logo


Habib Rizieq Tuding Rezim Jokowi Dalang Dibalik Pencekalan Arab Saudi

"Allhamdulillah, dengan aneka ragam makar yang dilakukan oleh musuh-musuh kami, khususnya oleh rezim zalim dan curang yang selalu membujuk pemerintah Saudi untuk mempersulit saya selama di kota suci Mekah," ucap Rizieq.

24 Agustus 2019 11:43 WIB

Fahri Hamzah, Habib Rizieq dan Fadli Zon di Makkah
Fahri Hamzah, Habib Rizieq dan Fadli Zon di Makkah Instagram @fahrihamzah

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjelaskan kenapa ia dan keluarganya yang tak kunjung pulang ke Indonesia setelah kurang lebih 2,5 tahun menetap di Mekah, Arab Saudi.

Menurut Rizieq ia dan keluarganya saat ini dicekal Kerajaan Arab Saudi, gara-gara 'negosiasi' pemerintah Indonesia terhadap Arab Saudi.

Hal tersebut disampaikan Rizieq melalui rekaman suara yang diputar di Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8).


Menko PMK Beri Pembekalan Nilai Pancasila di KAMABA Universitas Indonesia

"Allhamdulillah, dengan aneka ragam makar yang dilakukan oleh musuh-musuh kami, khususnya oleh rezim zalim dan curang yang selalu membujuk pemerintah Saudi untuk mempersulit saya selama di kota suci Mekah," ucap Rizieq sebagaimana dilansir dari laman CNN Indonesia, Sabtu (24/8).

Namun, Rizieq mengatakan pencekalan itu terpaksa karena untuk menjaga hubungan bilateral antara Indonesia dengan Arab Saudi.

"Allhamdulillah faktanya selama ini pemerintah Saudi hanya terpaksa mencekal saya untuk menjaga hubungan bilateral antara Saudi dan Indonesia," ungkap dia.

Di sisi lain, Rizieq mengklaim pencekalan itu sebagai bentuk perlindungan yang diberikan kerajaan kepada ia dan keluarganya.

"Sekaligus untuk memberi perlindungan keamanan kepada saya sekeluarga. Itu sebabnya dalam surat cekal kerajaan Saudi, tertulis bahwa sebab pencekalan alasannya keamanan. Alasan keamanan. Bukan pelanggaran peraturan, atau kesalahan keimigrasian, apalagi pelanggaran perdata atau pidana di Saudi," ucapnya.

Lebih lanjut ia mencurigai kepemimpinan Indonesia saat ini sedang menyiapkan rencana 'licik' untuk menjeratnya saat pulang ke Tanah Air.

"Selain itu rezim curang dan zalim saat ini masih penasaran menyiapkan aneka kasus rekayasa. Baik perkara lama atau baru untuk menangkap saya saat saya pulang atau dipulangkan nanti. Mereka akan balas dendam atas lengser dan longsornya si penista agama yang didorong rezim zalim saat Pilkada 2017," ucap Rizieq.

Seperti diketahui, Rizieq telah melampaui izin masa tinggal di Tanah Suci sejak 21 Juli 2018.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan masalah overstay ini yang membuat Rizieq tak bisa pulang ke Indonesia. Agus menyebut Rizieq harus membayar denda over stay terlebih dahulu jika ingin meninggalkan Saudi.

Sebelumnya, kepolisian sudah menerbitkan surat pemberhentian penyidikan perkara (SP3) untuk dua kasus yang menjerat Rizieq. SP3 diterbitkan pada 2018 lalu.

Kasus pertama yakni dugaan penistaan Pancasila yang ditangani Polda Jabar. Kasus kedua yaitu dugaan chat mesum antara Rizieq dengan Firza Husein yang ditangani Mabes Polri.

Sal Kericuhan Papua, Mahfud MD Ingatkan Peran Presiden Terdahulu Hingga Jokowi

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu