logo


Wacana MPR Jadi Lembaga Tertinggi, Zulkifli Hasan: Siapa yang Mau?

Belakangan wacana MPR jadi lembaga tertinggi kian menguat. Bagaimana tanggapan Zulhas?

23 Agustus 2019 19:24 WIB

Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan Fajar.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR Zulklifi Hasan mengatakan tidak ada rencana mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi. Menurutnya, sejauh ini yang direncanakan adalah amendemen terbatas UUD 1945.

"Ya memang nggak ada (rencana kembalikan MPR jadi lembaga tertinggi), yang mau siapa? Yang ada itu baru disepakati amendemen terbatas," kata pria yang akrab disapa Zulhas dilansir dari detik, Jumat (23/8).

Baca juga: Amien Rais Tegaskan PAN Akan Jadi Oposisi


Amien Rais Tegaskan PAN Akan Jadi Oposisi

Zulhas mengatakan amendemen terbatas UUD 1945 itu pun akan dilakukan jika MPR periode selanjutnya menyetujui. Menurut Zulhas, amendemen terbatasnya pun hanya berkaitan dengan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

"Hanya model GBHN, apa itu GBHN? Itu filosofis saja. Bisa pembangunan orientasi pemerataan seluruh rakyat Indonesia, gitu saja isinya," tutur dia.

Selain itu, Zulhas memastikan tidak ada rencana mengembalikan pemilihan presiden ke MPR. Pemilihan presiden tetap akan dilakukan secara langsung.

"Jadi visi-misi presiden tetap, presiden dipilih langsung tetap. Nggak ada yang berubah," imbuhnya.

Untuk itu, Zulhas memastikan tidak ada yang berubah dari MPR. Menurutnya, MPR akan tetap menjadi lembaga tinggi negara yang sama seperti yang lain.

"MPR tetap lembaga tinggi sama seperti lain. Itu pun bahan (amendemen terbatas) nanti dibawa ke MPR RI yang akan datang. Kalau MPR akan datang 3/4 oke ya lanjut," kata Zulhas.

Wacana untuk mengembalikan wewenang MPR sebagai lembaga tertinggi kembali menghangat belakangan ini. Pengembalian wewenang MPR itu bisa dilakukan dengan mengamendemen UUD 1945.

Gebrakan IPB soal Teknologi Pertanian Cerdas 4.0 Guna Bersaing di Industri Digital

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu