logo


Jokowi Bantah soal Lokasi Ibu Kota Baru, Demokrat: Program Ini Tidak Akan Jalan

Pemerintah lebih baik fokus menangani kemiskinan

23 Agustus 2019 13:35 WIB

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Demokrat, Ferdinand Hutahaean
Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Demokrat, Ferdinand Hutahaean Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo membantah Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, yang menyebut Ibu Kota akan pindah ke Kalimantan Timur.

Pernyataan Jokowi tersebut mendapat tanggapan dari Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ferdinand menyebut program ini tidak akan berjalan dengan baik karena banyak hambatan.

"Maaf nih pak Presiden, logika saya menyatakan Program ini tidak akan jalan meski niat bapak bagus," ujar Ferdinand seperti dilansir dari akun Twitternya, Jumat (23/8).


PDIP: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Jakarta Tidak akan Kehilangan Rohnya

Menurutnya, pemerintah lebih baik fokus menangani kemiskinan.

"Terlalu banyak hambatan, tantangan, kemampuan, belum lagi bicara urgensinya. Lebih baik kita fokus hentaskan kemiskinan dulu pak. Biar rakyat kita sejahtera," cuit @FerdinandHaean2.

Jokowi mengatakan bahwa masih diperlukan kajian lagi.

"Masih tunggu satu atau dua kajian," kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (22/8).

Namun, Jokowi enggan menjelaskan lebih detil kajian apa yang belum komplet itu.

"Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu, dua kajian belum disampaikan kepada saya," kata Jokowi.

Jokowi Dituding Gak Perhatian ke Papua, Ruhut: Jangan Diragukan, Ibu Negara RI Namanya Ibu Iriana

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata