logo


"Jokowi Akan Dikenang 100 Tahun ke Depan Jika Berhasil...."

Simak berita selengkapnya

23 Agustus 2019 09:09 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Twitter @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widdodo (Jokowi) telah memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota NKRI ke Pulau Kalimantan, tepatnya di Provinsi Kalimantan Timur.

Persoalan pemindahan ibu kota ini menuai pro kontra di tengah masyarakat. Hal ini memicu Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Fahira Idris angkat bicara.

Baca Juga: Minta Jokowi Buat Referendum Pemindahan Ibu Kota, Netizen ke Sandi, "Jangan Suka Hambat Pembangunan"


Ibu Kota Pindah ke Kaltim, PDIP Minta Kalteng Legowo

Pamer Foto Emut Pisang, Netizen ke Vanessa Angel, "Mancing-mancing, Ya Tuhan."

Fahira mengatakan alasan pemindahan ibu kota ini merupakan sebagai jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memicu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa.

Lebih lanjut, ia menegaskan pemindahan ibu kota belum pas untuk dilaksanakan. Pasalnya, skala prioritas bangsa saat ini bukan memindahkan ibu kota, tetapi memulihkan perekonomian dan mengakrabkan kembali kehidupan antar warga negara.

"Pak Jokowi akan dikenang 10, 20, bahkan 100 tahun ke depan jika berhasil menggeliatkan ekonomi dan kehidupan sosial, bukan karena memindahkan ibu kota. Karena perbaikan ekonomi dan mengakrabkan kembali kehidupan berwarganegara saat ini menjadi kebutuhan bangsa agar bisa maju," terang Fahira seperti yang telah diwartakan riauskry.com (22/8).

Ia juga mengusulkan untuk mencapai kesuksesan bangsa ini dengan cara menguatkan pondasi ekonomi yang masih rapuh dan merekatkan kembali kehidupan antar warga negaranya yang saat ini masih renggang.

Minta Jokowi Buat Referendum Pemindahan Ibu Kota, Netizen ke Sandi, "Jangan Suka Hambat Pembangunan"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata