logo


Moeldoko Ungkap Dua Kelompok yang Tak Mau Papua Maju

"Ada kelompok tertentu baik pergerakan maupun poros politik"

23 Agustus 2019 00:15 WIB

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah mencium adanya kelompok yang tidak menginginkan Papua maju. Kelompok ini menunggangi aksi rasisme terhadap mahasiswa asal Bumi Cendrawasih di Jawa Timur.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Staf Presiden atau KSP Moeldoko kepada jurnalis di kantornya, Jakarta, Kamis (22/8). Dia menyebutkan, di satu sisi pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi ingin membangun Papua agar masyarakatnya sejahtera.

Baca juga: Wapres JK : Renovasi Masjid Istiqlal Tak Akan Mengubah Budaya


Ini Alasan Moeldoko Jarang 'Keluyuran' Pakai Mobil Dinas

Manfaat pembangunan itu menurutnya sudah dinikmati sebagian masyarakat di pulau yang dulunya bernama Irian Jaya. Di sisi lain, kata Moeldoko, kemajuan Papua justru membuat kelompok tertentu di sana merasa terganggu.

"Ada kelompok tertentu baik pergerakan maupun poros politik, itu justru merasa terganggu dan ada kecemasan yang nyata. Kenapa demikian? Karena kalau Papua maju mereka tak punya alasan lagi sebagai bahan jualan ke luar negeri. Ini yang kami amati," ucap Moeldoko dilansir dari JPNN.

Sebagai contoh, pembangunan yang mensejahterakan masyarakat membuat pengaruh kelompok pemberontak bersenjata berkurang. Demikian juga dengan kelompok poros politik.

"Begitu melihat Papua maju, maka dia enggak ada alasan lagi untuk jualan (ke luar negeri) bahwa masyarakat Papua termarjinalkan. Tidak ada lagi," jelas veteran berpangkat jenderal bintang empat kelahiran Kediri, Jawa Timur itu.

Dia pun menyampaikan beberapa indikator yang menggambarkan kekhawatiran kelompok bersenjata maupun poros politik tersebut. Pertama, pembangunan jalan atau infrastruktur lainnya selalu diganggu.

"Sekarang ini juga kami lihat masih ada upaya ke sana, gedung-gedung yang harus dilindungi dibakar. Ini sesuatu indikator yang sangat jelas," tukas mantan KASAD periode 20 Mei - 30 Agustus 2013 itu.

Untuk itu lah dia berani mengatakan bahwa ada kecemasan dari kelompok-kelompok yang tidak menginginkan Papua maju dengan berbagai program yang dijalankan pemerintahan Jokowi.

"Ada kecemasan yang nyata atas perubahan Papua yang menuju ke baik, karena pembangunan yang telah dilancarkan Pak Jokowi yang luar biasa. Itu lah kira-kira poinnya," tandas lulusan terbaik AKABRI 1981, peraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa tersebut.

Wapres JK : Renovasi Masjid Istiqlal Tak Akan Mengubah Budaya

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu