logo


Indonesia Harus Cari Cara Bangun Industri, PAN: Tak Cukup Hanya Beretorika Industri 4.0

Faldo menyebut Indonesia harus memproduksi sebanyak-banyaknya produk industri.

22 Agustus 2019 15:58 WIB

Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini, menjelaskan mengenai kenapa ekonomi Indonesia terseok-seok hingga saat ini.

Faldo mengatakan bahwa kontribusi industri manufaktur terhadap PDB tersisa 20,2% pada 2017 dan penyerapan tenaga kerja baru 14% dari total angkatan kerja.

"Untuk menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan serta mendongkrak pendapatan rakyat, industri dan jasa harus dibangun. Di negara maju, kontribusi terbesar terhadap PDB adalah sektor jasa, perdagangan, diikuti sektor industri. Di negara maju, kontribusi pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja kurang dari 5%," kata Faldo seperti dilansir dari Detikcom, Kamis (22/8).


PPSN Gelar FGD Pertanian 4.0, Daryatmo: untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Pertanian

Menurutnya, ekonomi Indonesia masih membebani sektor pertanian. Sekitar 31,9% tenaga kerja masih berada di sektor pertanian. Sebagian besar adalah petani dengan luas lahan kurang dari 0,5 hektare, bahkan ada yang hanya sebagai buruh tani.

"Dengan kontribusi terhadap PDB hanya sekira 13%, sektor pertanian tidak lagi bisa diandalkan untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Apalagi, penduduk miskin di Indonesia umumnya bekerja di sektor pertanian," sebutnya.

Faldo menyebut Indonesia harus mencari cara membangun sektor industri, tidak cukup beretorika tentang ekonomi digital atau industri 4.0.

"Tidak bisa tidak, Indonesia harus terus mencari cara untuk membangun sektor industri secara menyeluruh, tidak cukup hanya dengan beretorika tentang ekonomi digital atau industri 4.0," ujarnya.

"Meski negara maju sudah memasuki revolusi industri keempat yang mengandalkan penggunaan internet dan digital, Indonesia dengan penduduk yang besar harus membangun industri dasar, industri barang modal, industri elektronik, dan otomotif, serta berbagai jenis industri pengolahan. Ekspor bahan mentah perlahan harus diganti dengan ekspor produk olahan, minimal barang setengah jadi," lanjutnya.

Pernah Setara dengan Korea Selatan dan Singapura, Kenapa Ekonomi Indonesia Terseok-seok?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata