logo


Pernah Setara dengan Korea Selatan dan Singapura, Kenapa Ekonomi Indonesia Terseok-seok?

Faldo menyebut Indonesia masih berstatus 'negara berpendapatan menengah-bawah' dan terancam middle income trap

22 Agustus 2019 15:57 WIB

Perlambatan atau penurunan ekonomi
Perlambatan atau penurunan ekonomi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini, mengatakan bahwa pada dekade 1960-an, Indonesia berada di garis yang sama dengan Korea Selatan (Korsel), Taiwan, dan Singapura.

Namun, tiga negara tersebut sudah masuk dalam kategori negara maju. Sedangkan Indonesia, kata Faldo, masih berstatus 'negara berpendapatan menengah-bawah' dan terancam middle income trap.

"Tanpa ada bauran kebijakan yang strategis dan mumpuni di bidang ekonomi, pelan-pelan Indonesia tentu akan terperangkap di kelasnya sebagai negara berpendapatan menengah bawah dengan PDB per kapita di bawah 4.000 dolar AS," ujar Faldo seperti dilansir dari Detikcom, Kamis (22/8).


Jokowi Buka Muktamar, PKB Sebut Forum Muktamar Kelasnya Sudah Internasional

Pada 2017, PDB per kapita Indonesia berdasarkan harga berlaku Rp51,89 juta atau 3.800 dolar AS alias masih berada di kategori negara berpenghasilan menengah bawah. Pada saat yang sama, PDB per kapita Singapura sudah ada di level 57.500 dolar AS, Taiwan 24.600 dolar AS, dan Korsel 30.000. dolar AS. Malaysia yang berpenduduk 32 juta sudah meraih PDB per kapita sekira 9.800 dolar AS dan berada di kelompok negara berpenghasilan menengah atas.

"Negara-negara tersebut mampu mencapai kemajuan signifikan karena para pemangku kuasa di negaranya berhasil menelurkan bauran kebijakan yang pas," sebutnya.

"Sebagai negara berideologi komunis, misalnya, para pemimpin Tiongkok justru merupakan figur-figur yang sudah melewati seleksi ketat dan memiliki visi yang hebat. Di bidang ekonomi, mereka menerima ekonomi pasar dan meluncurkan kebijakan yang tepat, sehingga terjadi akselerasi pembangunan di berbagai sektor ekonomi," lanjut Faldo.

Tak Ditawari Menteri oleh Jokowi, PAN: Kita Gak Ngoyo, Gak Ada Lobi Sana-sini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata