logo


Soal Khilafah, Ma'ruf Amin: Nggak Bisa Masuk, Karena Menyalahi Kesepakatan

Ma'ruf menjelaskan alasan penolakan khilafah di Indonesia

21 Agustus 2019 22:30 WIB

Wapres terpilih Ma\'ruf Amin hadir dalam Muktamar PKB VI PKB di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8).
Wapres terpilih Ma'ruf Amin hadir dalam Muktamar PKB VI PKB di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8). Instagram @dpwpkbjateng

BALI, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin meminta PKB untuk menjadi garda terdepan menangkal paham radikalisme dan khilafah.

"PKB harus ada di depan untuk menangkal paham-paham radikalisme, intoleran, maupun paham khilafah. Kenapa khilafah harus kita tangkal? Apa khilafah itu tidak Islami, menurut saya khilafah itu Islami," kata Ma'ruf Amin dalam sambutannya di Penutupan Muktamar VI PKB di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8).

Ia lalu menjelaskan mengenai khilafah yang berlaku di masa nabi yang diterima oleh para ulama.


Cak Imin ke Ma'ruf Amin: Memang Kadang PKB Manja

"Tapi kerajaan itu juga Islami, Melaka, Al Saudiah diterima juga oleh ulama. Kerajaan Hasimiah diterima oleh ulama Yordan, Keamiran, seperti Emirat, Qatar, Kuwait diterima juga oleh ulama di sana, yang Islami juga republik selain Indonesia, Republik Mesir, kurang apa ulama di Mesir, ada Al Azhar, Republik Islam Turki, artinya di dunia Islam republik juga diterima sebenarnya semua adalah Islam," urai Ma'ruf.

Ma'ruf kemudian menjelaskan alasan penolakan khilafah di Indonesia. Ma'ruf menyebut Indonesia terdiri dari kesepakatan-kesepakatan antarumat untuk menjadi negara berlandaskan kesatuan.

Hadiri Muktamar PKB, Ma'ruf Amin: Saya Teringat 20 Tahun yang Lalu

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata