logo


Ketua Pemuda Muhammadiyah Jabar Sebut Persoalan Ini Sebagai Penyebab Munculnya Rasisme

Berikut ulasannya

21 Agustus 2019 13:29 WIB

Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Alan Barok Ulumudin
Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Alan Barok Ulumudin Doc Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Alan Barok Ulumudin mengatakan persoalan ekonomi  sosial dan ketidakadilan adalah salah satu penyebab munculnya tindakan radikalisme.

Puncaknya  sejak reformasi bergulir dengan bermunculan kelompok atau gerakan bebas baik  semisal Hizbut Tahrir Indonesia  (HTI) dan lain sebagainya. Dengan muculnya gerakan itu membuka ruang organisasi  ekonomi  sosial agama maupun politik sebagai manifestasi kebebasan  berpekspresi.

"Faktor faktor tersebut  saya simpulkan dari literasi bahwa pemantiknya adalah ekonomi dan sosial," kata Alan dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Rabu (21/8)


Hina Presiden Seperti Monyet, Pengusaha Ini Diringkus

Alan juga membeberkan yang paling kental faktor atau penyebab dari gerakan radikalisme itu adalah soal ekonomi kemudian yang kedua sosial serta penegakan supremasi hukum yang timpang.

Terlebih gerakan itu di Kabupaten Majalengka meski masih landai bukan tidak mungkin bisa menyulut ke arah radikalisme  seperti  dari informasi  yang ada warga Majalengka yang tertangkap di Jakarta  terkait aksi 21-22 Mei lalu.

"Ini artinya meski pun organisasi  dibubarkan akan tetapi ideologi tetap berkembang. Sehingga ketika organisasi tanpa rumah saya kira harus diwaspadai," tambah Alan.

Dalam hal ini, Alan mengatakan bahwa satu Ideologi yang harus ditanamkan adalah Pancasila dimana negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah. Darul ahdi artinya negara tempat kita melakukan konsensus nasional.

"Negara kita berdiri karena para pendiri sepakat bahwa. seluruh kemajemukan bangsa, golongan, daerah, kekuatan politik, sepakat untuk mendirikan Indonesia," tukasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Perwakilan  Majalengka, Jejep Falahulalam menyatakan metamorfosis gerakan radikalisme sebagai ancaman bangsa penyebab utama berkembang  subur adalah soal ekonomi.

Menurutnya solusi yang harus dilakukan oleh Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, Kecamatan  hingga Desa atau Kelurahan yakni dengan  kembali menumbuhkan kecintaan kepada ideologi Pancasila.

Dia menegaskan bahwa funding father sepakat dasar dan Ideologi adalah Pancasila yang tidak bisa diganggu gugat kemudian Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 serta bahwa kesepakatan  negara ini adalah kesatuan  atau NKRI.

"Ini semua harus kita tanamkan kepada generasi  muda sebagai penerus bangsa. Kemudian  solusi lainnya adalah hati-hati dengan informasi yang  diterima tidak asal sebar, dan membaca berita dari media yang terpercaya atau mainstraim,“ tukasnya.

Kerusuhan Manokwari, Fadli Zon: Isu yang Ada Sangat Sensitif

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma