logo


Surat Undangan GKR Hemas Dicabut, Ray Rangkuti Minta Sekjen DPD RI Jelaskan ke Publik

Berikut ulasannya

20 Agustus 2019 19:45 WIB

Pengamat politik Ray Rangkuti.
Pengamat politik Ray Rangkuti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mendesak Sekjen DPD RI menjelaskan ke publik, terkait surat undangan GKR Hemas yang kemudian dicabut secara tiba-tiba saat acara sidang tahunan bersama DPR-DPD tanggal 16 Agustus 2019.

Menurutnya pencabutan undangan itu sengaja dilakukan untuk mempermalukan GKR Hemas.

"Ini seperti mempermalukan ibu Hemas. Kalau memang tidak diundang, kenapa harus disebar?," ujar Ray dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Selasa (20/8).


DPD Ingin Ada Regulasi yang Atur Jam Kerja Sopir Transportasi Online

Ia pun mendesak agar Sekjen DPD menjelaskan alasan memberikan undangan kepada GKR Hemas dan juga menjelaskan alasannya menarik undangan itu kembali.

"Sebetulnya tidak patut, karena yang bersangkutan tidak minta diundang, kemudian diundang, tapi diralat. Itu tujuannya apa?," tegasnya.

Dirinya mengatakan, GKR Hemas sebenarnya layak untuk hadir dalam acara kenegaraan tersebut. Mengingat yang bersangkutan masih terpilih kembali sebagai anggota DPD.

“Itu sudah lebih dari cukup, untuk jadi perhatian bagi DPD lain. Itu bukti ibu Hemas tetap dipercaya warga Yogyakarta, sebagai anggota DPD. Tidak boleh siapaun mempermalukan Ibu Hemas," pungkasnya.

Wakil Ketua DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma