logo


Keren! Kemenko PMK Akan Canangkan Gerakan Selasa Berkebaya

Kegiatan 'Selasa berkebaya' terinspirasi dari Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia

20 Agustus 2019 16:40 WIB

Kemenko PMK
Kemenko PMK Doc Jitunews

“Diharapkan dengan memahami dan memakai kebaya, perempuan Indonesia dapat lebih mengenal warisan budaya yang kita miliki. Kedepan, kebaya tidak hanya digunakan untuk acara formal, namun juga dikenakan pada kegiatan sehari-hari,” katanya.

Sebelumnya gerakan berkebaya dipelopori Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) melalui berbagai kegiatan. Komunitas yang berdiri sejak 2014 ini berupaya mengajak sebanyak mungkin perempuan memakai kebaya, dimanapun mereka berada. Sambutan positif datang dari banyak pihak sehingga terselenggaralah acara ‘1000 Perempuan Berkebaya’ di Jakarta, ’17.000 Perempuan Berkebaya Anti Korupsi’ di Pekalongan, ‘Perempuan Berkebaya Cerdas Investasi’ di Jakarta, Bogor, Yogyakarta dan Banten, serta berbagai kegiatan lainnya.

Komunitas ini kemudian berkembang di beberapa daerah dengan berbagai kegiatan yang intinya mengajak para perempuan mencintai dan mengenakan kebaya. Komunitas di Bogor, misalnya, menyelenggarakan serangkaian peragaan busana bertema Pakaian Peranakan, Pakaian Sunda, dan Pakaian Adat Nusantara yang intinya adalah memperkenalkan berbagai model kebaya.


Buka ODM Undip 2019, Menko PMK Ingatkan Mahasiswa Tak Lupakan Jatidiri Indonesia

Sementara komunitas yang berkembang di Yogyakarta menggelar acara pengenalan pakem kebaya dengan tema Ngadi Saliro Dan Ngadi Busono, kirab kebaya dari Tugu ke Stasiun Tugu, Lomba Puteri Kebaya Cilik, Menari di Festival Lima Gunung Magelang dan lain-lain.

“Kami kemudian menggaungkan ajakan ‘Selasa Berkebaya’ agar semakin banyak dan semakin sering mengenakan busana ini. Ternyata tidak hanya di dalam negeri, perempuan-perempuan Indonesia yang tinggal di berbagai belahan bumi ini pun ikut mendukung. Sekarang, setiap hari Selasa, media sosial ramai dengan postingan Selasa Berkebaya,” kata Rahmi Hidayati, penggagas Selasa Berkebaya sekaligus salah satu pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya.

Dia berharap dunia mengenal kebaya sebagai busana asli perempuan Indonesia seperti dikenalnya Sari dari India atau Kimono dari Jepang. Untuk itu, kata Rahmi, frekuensi dan sebaran pemakaian harus semakin tinggi dan semakin luas. Salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan kecintaan generasi muda pada kebaya, karena mereka lah yang akan menjaga keberadaan dan kelestarian budaya Indonesia.

 

Sederhanakan Pelaporan Keuangan Desa, Kemenko PMK Luncurkan Interkoneksi OMSPAN-Siskeudes

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma