logo


Kasus Mahasiswa Papua di Surabaya, DPR Sebut Ada Oknum TNI-Polri yang Ikut Berkata Rasis

Berikut pernyataan lengkapnya

20 Agustus 2019 15:05 WIB

Steven Abraham
Steven Abraham dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPR RI, Steven Abraham menyebut ada oknum-oknum aparat keamanan yang ikut melabeli mahasiswa Papua dengan sebutan monyet saat terjadi aksi kekerasan yang diterima puluhan mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Menurutnya oknum-oknum tersebut harus diusut dengan tuntas, bahkan bila perlu pejabat tinggi yang membawahi oknum-oknum itu harus dicopot dari jabatannya.

“Saya minta dengan tegas TNI Polri bahwa kita lihat kemaren video yang beredar luas jelas-jelas sekali ada pihak oknum TNI Polri yang ikut menyerahkan kata-kata rasis. Ini harus diusut, ditindak. Bila perlu pejabat di atasnya harus dicopot,” ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/8).


Desak Pemerintah Lakukan Darurat Militer di Papua, Netizen ke PA 212, "Kalian Aja yang Diturunkan di Sana"

Dalam hal ini, dia mengatakan aksi kekerasan yang diterima puluhan mahasiswa Papua di Surabaya itu telah menimbulkan polemik yang luar biasa di tanah Papua. Aksi kerusuhan terjadi tidak hanya di Manokwari tapi juga terjadi di daerah-daerah lain di Papua.

“Pembakaran demo bukan hanya di Papua Barat tapi di Jayapura, Sorong dan sebagainya,” turutnya.

Dia berharap pemerintah segera memberikan penanganan cepat dan tepat agar persoalan ini dapat teratasi.

”Ini kalau tidak cepat kita tangani akan menimbulkan perpecahan yang luar biasa. NKRI yang sudah kita jaga bersama-sama harus kita junjung tinggi,” pungkasnya.

Diketahui Aksi di Manokwari merupakan buntut dari kekerasan yang diterima puluhan mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/8).

Para mahasiswa dituduh telah melakukan perusakan bendera Indonesia di depan asrama mereka di Jalan Kalasan No.10, Surabaya. Asrama mahasiswa Papua lantas dikepung aparat berwajib dan sejumlah organisasi masyarakat.

Puluhan mahasiswa itu kemudian mendapat perlakuan tidak semestinya. Umpatan binatang hingga aksi prepresif kepolisian menerobos masuk asrama dengan melemparkan gas air mata harus diterima oleh para mahasiswa Papua.

 

Imbas Kerusuhan di Papua, 258 Tahanan Lapas Sorong Kabur, Netizen: Dalangnya Pasti.....

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma