logo


Kejar Target Swasembada, Mentan Garap Lahan Tadah Hujan

Mentan mengharapkan, pemerintah daerah Kepulauan Meranti agar dapat meningkatkan produktivitas

10 Maret 2015 15:44 WIB

Gabah pertanian
Gabah pertanian

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam rangka mewujudkan target swasembada pangan dalam jangka waktu 3 tahun, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus melakukan upaya peningkatan produksi padi. Tak hanya fokus pada daerah sentra penghasil padi, Amran juga memperhatikan lahan sawah tadah hujan agar dapat meningkatkan produksi padinya.

Misalnya saja di wilayah desa Bina Maju, Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, Riau. Desa ini merupakan daerah pertanian yang lahan pertaniannya merupakan lahan sawah tadah hujan dengan satu kali musim tanam. Di Kabupaten Kepulauan Meranti, lahan sawah seluas 4.436 ha hanya dapat ditanami padi sekali setahun dengan produktivitas 3,5 ton per ha.

Untuk itu, Mentan mengharapkan, pemerintah daerah Kepulauan Meranti agar dapat meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) melalui penggunaan benih unggul dan pembangunan jaringan irigasi.


Mentan Minta Penegak Hukum Tangkap Pelaku Pengalihfungsian Lahan Pertanian

“Kami akan bantu mencarikan solusi Kepulauan Meranti yang lahan sawahnya tadah hujan, apabila ada sumber air maka perlu dibangun embun dan saluran irigasi sehingga IP nya naik dan mempercepat peningkatan produksi padi,” ungkap Amran kepada wartawan, Riau.

Dalam hal ini, Amran menyampaikan, bahwa bantuan yang diberikan Kementan pada Provinsi Riau khususnya Kepulauan Meranti sangat banyak. Mulai dari pengembangan jaringan irigasi sebesar 1.000 ha dan optimasi lahan 2.000 ha dari refocusing anggaran Tahun 2015, pengembangan jaringan irigasi sebesar 1.000 ha dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P), rice transplanter 6 unit, handtraktor 6 unit dan akan ditingkatkan hingga 24 unit dan pompa air 24 unit.

“Saya tidak akan biarkan beras impor masuk membanjiri negeri kita. Ketersediaan beras nasional kita cukup. Pangan kita harus bangkit, saya tidak ingin wariskan krisis pangan pada anak cucu. Suatu saat akan ada serangan pangan ke negara lain dari Indonesia” tegas Amran.

Selain itu, Kementan juga memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan petani dan keunggulan lokal yang dikembangkan. Amran pun berjanji, akan memberikan bantuan berupa peremajaan kelapa, pembibitan sagu, budidaya kopi dan penanggulangan hama.

“Kami akan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan petani bukan keinginan kami, saya minta dinas agar dapat menyampaikan juga permohonan bantuan sesuai keunggulan lokal secepatnya,” ungkap Amran lagi.

Menurut data pemerintah daerah Kepulauan Meranti merupakan daerah penghasil sagu dan kopra serta kopi sebagai komoditi utama pertaniannya. Tiga komoditi ini tidak hanya dipasarkan dalam negeri, tetapi juga diekspor ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, bahkan sagu di ekspor sampai ke Jepang. Selain diekspor, masyarakat Kepulauan Meranti menjadikan sagu sebagai pangan lokal alternatif yang diolah dalam berbagai bentuk makanan, misalnya mie sagu dan es cendol.

Kementan: Pupuk 2020 Cukup

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin, Ali Hamid