logo


Kisah mistis Pasar Bubrah Gunung Merapi...

Fakta Di Balik Pasar Bubrah Gunung Merapi yang Terkenal Angker dan Disebut Pasar Setan

19 Agustus 2019 15:04 WIB

grid
dibaca 288 x

Gunung Merapi hingga saat ini disebut sebagai salah satu gunung paling aktif di dunia dan diyakini bisa meletus sewaktu-waktu.

Salah satu legenda paling terkenal dan menggema di telinga masyarakat mengenai keangkeran Gunung Merapi adalah misteri Pasar Bubrah. Disebut demikian karena hawa mistis dan cerita keangkerannya telah berkembang dan melekat bagi warga sekitar. Konon kabarnya, tempat tersebut disebut sebagai pasarnya para jin.

Selain itu Gunung Merapi kerap disangkut-pautkan dengan tokoh mistis bernama Mak Lampir yang sangat kesohor di kalangan penikmat sandiwara radio. Kisah-kisah tersebut konon bukanlah isapan jempol belaka, banyak masyarakat yang mengamini kisah tersebut. Bahkan cerita tersebut sudah lama berkembang di masyarakat, dan hal ini sudah menjadi rahasia umum jika memang Gunung tersebut adalah salah satu kawasan yang angker. Selain itu juru kunci Gunung Merapi bernama Mbah Marijan juga sempat beberkan mengenai keberadaan kerajaan ghaib di daerah pasar bubrah. Bagi para pendaki, kisah-kisah tersebut tidaklah asing di telinga mereka, ketika mendengar tawar-menawar didaerah tersebut, layaknya transaksi manusia di sebuah pasar.


Tak Banyak yang Tahu, Ini Dibalik Nuansa Mistis Lagu Lingsir Wengi

Maka seorang pendaki jika ingin mengambil benda apa puan dari tempat tersebut seperti batu atau apapun harus meninggalkan uang recehan dengan menjatuhkannya ke tanah. Selain kisah mistis yang menyelimuti daerah tersebut, Pasar Bubrah juga terkenal lain daripada yang lain, dari semua lokasi di Gunung Merapi. Tempatnya yang tandus dan gersang berbeda dengan keadaan lereng dan gunung pada umumnya yang dipenuhi tanaman-tanaman hijau, dan segar. Sebagai salah satu gunung aktif, Pasar Bubrah adalah pos sekaligus tempat terakhir untuk para pendaki. Setelah sebuah insiden menewaskan salah satu pendaki bernama Eri pada 2015 silam ketika jatuh ke kawah merapi di puncak Garuda.

Untuk itulah para pendaki diharapkan untuk berhenti di Pasar Bubrah mengingat kondisi puncak gunung yang bisa mengancam nyawa sewaktu-waktu. Berbicara mengenai pasar bubrah tempat ini adalah salah satu tempat yang di Merapi yang disebut jauh dari kesan subur. Disebut demikian karena tempat ini adalah satu-satunya sisa dari letusan gunung merapi di mana kontur tanahnya dipenuhi dengan batuan vulkanik.

Pada lokasi tersebut banyak batu-batuan besar yang merupakan sisa-sisa letusan Gunung Merapi. Menurut sebuah penelitain menyebutkan Merapi Baru terbentuk 2.000 tahun lalu hingga sekarang, ditandai dengan pembentukan kerucut Merapi di dalam kawah Pasar Bubrah. Selama periode Merapi baru, terjadi beberapa kali letusan eksplosif. Letusan besar Merapi diperkirakan pernah menutup Candi Sambisari di Kalasan, Yogyakarta, berjarak sekitar 23 kilometer dari puncak gunung,

Letusan Merapi bertipe plinian, dengan ciri tekanan gas sangat kuat karena pengaruh jenis magma yang kental dan bersifat asam, membentuk kolom letusan vertikal dengan ketinggian bisa mencapai 25 kilometer. Selain itu sisa-sisa dari letusan tersebut juga menimbulkan bau menyengat belerang  dari tanah di sekitaran Pasar Bubrah. Tipe letusannya tetap luncuran awan panas, tetapi kecepatan proses dan intensitasnya sedemikian besar.

Awan panas atau disebut pyroclastic flow adalah aliran gas dari dalam perut gunung api yang membawa material batu, kerikil, pasir, dan debu, yang kini ada di Pasar Bubrah. Kecepatan aliran tersebut bisa mencapai 100 km per jam, tergantung tekanan yang keluar dari dalam. (Afif Khoirul)

 

Ditulis oleh: Alvino Hore

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Mengungkap Mitos Misteri Danau Terbesar di Indonesia dan se Asia Tenggara(Danau Toba)

Halaman: 
Admin : Gun-Gun