logo


Heboh Video Hina Salib, PA 212 Puji UAS, "Sangat Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Agama"

Simak berita selengkapnya

19 Agustus 2019 09:47 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin memuji Ustaz Abdul Somad (UAS). Pasalnya, ia menilai UAS mampu menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan menyatakan agamanya yang paling benar.

Hal tersebut untuk menanggapi soal video ceramaha UAS yang disinyalir menghina lambang agama, yakni salib.

Baca Juga: Tokoh Ini Minta UAS Diampuni, Netizen Bilang, "Ngapain Minta Ampun, Emang Salah?"


Dituding Menista Agama, Ini Klarifikasi UAS soal Salib

Disuruh Pilh Galih Atau Kriss Hatta, Barbie Kumalasari Akui Bingung, "Adanya Kriss..."

"Apa yang disampaikan UAS sebagai anak bangsa sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam batasan yang sangat bertoleransi," ujar Novel yang telah diwartakan Vivanews (18/8).

Oleh karena itu, ia mengimbau agar kasus video tersebut tidak dibawa ke ranah hukum.

"Dan tentunya berbeda dengan keyakinan agama lain dan perbedaan itu hal yang lumrah dan wajar tidak perlu sampai ke ranah hukum," sambungnya.

Bela UAS dari Video Hina Salib, Waketum Gerindra Bilang, "UAS Itu Baik Hati, Lembut, Santun"

Lebih lanjut, pelaporan UAS ke kepolisian adalah bentuk kriminalisasi ulama. Pasalnya, UAS adalah mubaligh yang saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar. Dan ia bersama tim akan mendampingi UAS dalam proses hukum.

"Saya dan teman-teman advokat di Korlabi siap mendampingi UAS apabila diperlukan dalam hal proses hukum kalau sampai ke ranah pengadilan," pungkasnya.

UAS Klarifikasi Soal Hina Salib, Netizen Bilang, "Apa, Gak Merasa Bersalah?"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata