logo


JK: Mengubah Konstitusi Bukanlah Sesuatu Hal yang Tidak Mungkin

Pondasi dasar Pancasila dan NKRI yang terbentuk dalam sistem dan tujuan kebangsaan tidak boleh diubah

18 Agustus 2019 13:50 WIB

Wapres Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla Wapresri.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut bahwa amenden bisa dilakukan asal tidak mengubah dasar dan tujuan negara Indonesia.

"Bisa saja kita amendemen lagi. Karena itu selama dasar dan tujuan tidak berubah. Semua bangsa di dunia ini mempunyai living constitution. Amerika selama 200 tahun mengubah konsitusinya 30 kali, India tiap 2-3 tahun mengubah konsitusi, Thailand setiap 5 tahun mengubah konstitusi," ujar JK dalam pidatonya peringatan Hari Konstutusi di gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Minggu (18/8).

"Jadi mengubah konstitusi di struktur sistem dan prosesnya itu bisa menyesuaikan kondisi yang ada," imbuhnya.


Gak Sepakat dengan Rencana PNS Kerja di Rumah, JK: di Kantor Aja Kadang Gak Disiplin

JK mengatakan bahwa pondasi dasar Pancasila dan NKRI yang terbentuk dalam sistem dan tujuan kebangsaan tidak boleh diubah. Akan tetapi, mengubah konstitusi bukanlah hal yang tidak mungkin.

"Karena itulah pada hari ini tentu apabila ada upaya mengubah konstitusi bukanlah sesuatu hal yang tidak mungkin, sah-sah saja. Selama, saya bilang, mukadimahnya tidak berubah," tegasnya.

Soal sistem model Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang digagas oleh MPR, menurutnya itu baik.

"GBHN baik, tentu. Tapi ini sekarang yang menjadi RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) itu adalah janji atau kampanye daripada presiden. Nah, sekarang kalau ada GBHN-nya, berarti calon presiden itu tidak lagi membuat satu program, tidak boleh keluar dari GBHN, kayak dulu, tetapi justru melaksanakan GBHN itu. Jadi nanti dibahas lagi di MPR," pungkasnya

Setuju dengan Amendemen UUD 1945, Sandiaga Tak Ingin MPR Jadi Pusat Kekuasaan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata