logo


Kementerian PUPR Bangun Huntara untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di Palu, Sigi, dan Donggala

Huntara belum dihuni karena masih menunggu Surat Keputusan yang diterbitkan Pemerintah Daerah bagi nama-nama penghuni huntara

16 Agustus 2019 22:35 WIB

Kementerian PUPR membangun hunian sementara (huntara) di Palu, Sigi dan Donggala.
Kementerian PUPR membangun hunian sementara (huntara) di Palu, Sigi dan Donggala. Kementerian PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian PUPR membangun hunian sementara (huntara) sebanyak 699 unit yang terdiri dari 8.388 bilik di 72 lokasi di Palu, Sigi dan Donggala.

Pembangunan ini bertujuan agar warga yang terdampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi dapat tinggal sementara di daerah yang relatif aman apabila terjadinya bencana, sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) selesai dilakukan.

Berdasarkan hasil validasi data tanggal 15 Agustus 2019 yang dilakukan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah Ditjen Cipta Karya, jumlah huntara yang belum dihuni sebanyak 786 bilik


Tinjau Langsung Proyek Bendungan di Bogor, Menteri Basuki Beri Imbauan, "Saya Minta..."

Menurut Kepala BPPW Sulteng, Ferdinand Kano Lo, huntara belum dihuni karena masih menunggu Surat Keputusan yang diterbitkan Pemerintah Daerah bagi nama-nama penghuni huntara. Penyebab lain adalah adanya warga yang memilih tinggal di rumah agar mendapat bantuan sosial dari pihak lain termasuk bantuan jatah hidup.

“Untuk itu kami berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan sektor terkait untuk mencari solusi percepatan penghunian huntara,” kata Ferdinand Kano Lo, dalam keterangannya, Jumat (16/8).

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah memulai pembangunan sebanyak 7.188 unit huntap untuk para korban gempa di Palu, Sigi dan Donggala. Huntap yang akan dibangun adalah rumah tipe 36 di atas lahan seluas 150 meter persegi dengan konstruksi bangunan tahan gempa.

Bangun Rusun di Kalimantan Utara, Kementerian PUPR: Desember Sudah Selesai

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata