logo


Jokowi Singgung Soal Kunker Pejabat, Anies: Saya Anjurkan Pemimpin Bisa Bahasa Internasional

Simak berita selengkapnya

16 Agustus 2019 18:39 WIB

Anies Baswedan
Anies Baswedan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kunjungan kerja pejabat ke luar negeri untuk studi banding.

Pada pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Jokowi mengatakan studi banding bisa diganti dengan kecanggihan smartphone.

Baca Juga: Jokowi Kenakan Baju Adat Sasak di Sidang Tahunan MPR, Netizen: Bapak Layak Disebut.....


Anies Gelar Upacara di Pulau Reklamasi, Demokrat: Bentuk Pengakuan Hasil Kerja Swasta

Merasa Terhormat Disapa Jokowi di Pidato Kenegaraan, Sandiaga: Memang Kami Bersahabat

Menanggapi hal tersebut, Anies justru menilai kunjungan kerja memang penting. Bahkan, ia mengatakan seharusnya seorang pemimpin bisa berbahasa internasional.

"Saya menganjurkan para pemimpin bisa bahasa internasional agar di pertemuan internasional bisa berkomunikasi, bisa berpidato, kalau tidak, hanya menjadi pendengar," kata Anies di Gedung DPRD, Jakarta (16/8).

Jika seorang pemimpin tidak bisa berbahasa internasional, maka Indonesia akan minder di kancah dunia.

Klaim Suaranya Masuk Rekor MURI, Barbie Kumalasari: Banyak Konser Gue di Seluruh TV

"Saya garis bawahi, kalau tidak bahasa internasional maka bisa minder di dunia internasional, cuma bisa jalan-jalan saja dan kemudian melihat internasional dijauhi. Jangan dong," sambungnya.

"Indonesia hadir untuk internasional, itu perintah pembukaan undang-undang dasar, terlibat di dalam membangun keterlibatan dunia," papar Anies.

Kemudian, ia juga berpesan agar pemimpin yang melakukan kunjungan ke luar negeri tidak hanya menjadi pendengar atau hanya jalan-jalan, tetapi harus ikut berkontribusi.

"Para pemimpin republik ini sejak awal itu melihat dunia setara, jangan minder sama dunia, seakan-akan dunia lebih besar, tidak datang kesana mewarnai justru penting," pungkasnya.

Ridwan Kamil Komentari Pidato Kenegaraan Jokowi yang Keras, "Mungkin Menghilangkan Pekerjaan..."

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata