logo


BUMN Alami Masalah Keuangan, Pemerintah Harus Ambil Langkah Penyelamat

Kemenkeu mencatat aset BUMN di tahun 2016 hingga 2018 mengalami peningkatan, tetapi utang juga mengalami pertumbuhan

16 Agustus 2019 11:49 WIB

BUMN
BUMN Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lektor Kepala Prodi Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta, Imron Rosyadi, menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan salah satu penyangga ekonomi nasional.

Imron menyebut di tahun 2014-2018, kontribusi BUMN terhadap pendapatan negara meningkat 9,8 persen per tahun.

"Bagi perekonomian negara, BUMN sebagai salah satu penyangga ekonomi nasional dan penyumbang pendapatan negara selain pajak. Pada 2014-2018 kontribusi BUMN secara keseluruhan terhadap pendapatan negara meningkat dari Rp 303 triliun (2014) menjadi Rp 422 triliun (2018), atau meningkat rata-rata sebesar 9,8 persen per tahun. Demikian juga dengan aset yang dimiliki BUMN cukup besar," ujar Imron seperti dilansir dari detikcom, Jumat (16/8).


Tahun 2018-2019 Disebut Sebagai Masa Sulit Perusahaan Swasta Nasional

Di tahun 2019, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat aset BUMN di tahun 2016 hingga 2018 mengalami peningkatan. Akan tetapi, pertumbuhan itu juga diikuti oleh pertumbuhan utang.

"Kemenkeu (2019) mencatat pada 2016 aset BUMN sebesar Rp6.524 triliun, kemudian pada 2017 meningkat menjadi Rp7.210 triliun. Sementara pada 2018 mengalami kenaikan lagi menjadi Rp7.718 triliun. Namun sayangnya pertumbuhan kontribusi dan aset itu diikuti dengan pertumbuhan utang yang cukup tinggi," ujarnya.

"Pada 2016 utang BUMN mencapai Rp 2.263 triliun, lalu pada 2017 melonjak menjadi Rp 4.830 triliun. Sementara pada 2018 meningkat tipis menjadi sebesar Rp 5.271 triliun. Hal yang mengkhawatirkan pada 2018 rasio utang terhadap aset telah mencapai 68 persen. Maknanya sebagian besar (68 persen) aset yang dimiliki BUMN dibiayai dengan utang. Jika kondisi keuangan ini tidak dikelola dengan baik, maka dikhawatirkan BUMN akan terperangkap dalam kesulitan likuiditas," lanjutnya.

Imron menyarankan pemerintah mengambil langkah-langkah guna menyelamatkan BUMN.

"Oleh karenanya, disarankan pemerintah mengambil langkah-langkah konstruktif penyelamatan BUMN, di antaranya menjamin BUMN tetap dikelola secara profesional, bebas dari kepentingan politik mana pun, mendorong BUMN sehat secara keuangan dan tahan terhadap krisis, serta memberikan akses pasar/ekspor seluas-luasnya pada BUMN," tutup Imron.

Terlilit Utang untuk Biayai Proyek Infrastruktur Pemerintah, Sejumlah BUMN Dihantui Kebangkrutan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata