logo


Pemerintah Segera Bangun 3 Proyek Strategis di Kaltara

Moeldoko temui berbagai pihak yang miliki kepentingan untuk dorong pembangunan kawasan intergrasi di Kalimantan Utara

15 Agustus 2019 21:41 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko S.I.P
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko S.I.P Doc Jitunews

Pembangunan PLTA ini akan menjadi terbesar kedua sesudah yang ada di China. Dengan nilai investasi sekitar 27 miliar $ AS dan jangka waktu pembangunan sekitar 25 tahun.

Dampak lingkungan atas proyek ini juga terus dikaji untuk meminimalkan risiko. Agar hutan yang ada di daerah hulu bisa tetap lestari dan ketersediaan air baku tetap terjamin.

Pada tahap konstruksi diprediksi puluhan bahkan ratusan ribu bakal terserap dalam proses pembangunannya. Pun setelah selesai, kawasan terpadu juga akan memberi banyak lapangan pekerjaan, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Utara. Irianto menekankan, tenaga lokal akan diperhatikan secara khusus dengan tetap memperhatikan syarat-syarat tertentu.


Kembangkan Keuangan Syariah Guna Tingkatkan Ekonomi Indonesia

“Kita sudah melatih tenaga-tenaga konstruksi dari Kaltara,” ungkapnya.

Menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, PLTA S. Kayan diharapkan akan memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan sehingga wilayah ini dapat berkembang dengan pesat.

“Pembangunan infrastruktur teringrasi pada sebuah kawasan akan menambah kedekatan secara geografis, terlebih jika bicara ekspor, akan memotong waktu dan jarak tempuh,” ucapnya.

Itulah sebabnya, ia menaruh harapan besar, proyek ini harus dilaksanakan secara fokus dan sungguh-sungguh.

Dalam hal kemungkinan perpindahan ibukota ke Kalimantan, kawasan ini diharapkan menjadi pendukung dan magnet ekonomi wilayah timur Indonesia. Wujud Indonesia Sentris yang menjadi arah pembangunan di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Ini Alasan Jokowi Percepat Susunan Menteri di Kabinet Baru

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma