logo


Ini Alasan Jokowi Percepat Susunan Menteri di Kabinet Baru

Dari segi usia, Jokowi menyebut rata-rata usia 'anak buahnya' akan bervariasi.

15 Agustus 2019 10:56 WIB

Jokowi dan Mahathir Mohammad
Jokowi dan Mahathir Mohammad Twitter @jokowi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bahwa susunan kabinet baru sudah final. Jokowi pun mengungkapkan pengumuman nama-nama menteri kabinet pun tak harus menunggu dirinya dilantik sebagai Kepala Negara untuk periode kedua pada Oktober 2019.

Usai menghadiri upacara peringatan Hari Pramuka ke-58 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Jokowi lantas mengungkap alasan mempercepat penyusunan kabinet baru.

"Kalau kita lihat, masyarakat menunggu, pasar juga menanti, sehingga sebetulnya semakin cepat diumumkan, semakin baik," tegas Jokowi.


Jokowi Dinilai Fadli Zon Kurang Berhasil Berantas Narkoba, Ngabalin: Tidak Pantas

Dirinya memastikan jajaran kabinetnya akan diisi dengan komposisi 55% kalangan profesional dan 45% berasal dari partai politik. Dari segi usia, Jokowi menyebut rata-rata usia 'anak buahnya' akan bervariasi.

"Yang ada yang umur-umur gitu, yang muda dan setengah muda, dan ada yang setengah tua. Perkiraan 55 [profesional] 45 [partai politik]," kata Jokowi.

Di periode kedua pemerintahannya, Jokowi bahkan akan kembali merombak struktur nomenklatur kementerian lembaga, seperti yang pernah dilakukan ketika baru menjadi kepala negara pada 2014.

"Ada [kementerian dan lembaga] yang digabung dan ada muncul yang baru. Nanti kalau sudah waktunya tahu semuanya. Jangan nebak-nebak," tegasnya.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019), eks Wali Kota Solo itu buka-bukaan perihal kabinet mendatang.

Selain menjelaskan ihwal kriteria menteri atau pejabat setingkat menteri yang akan mewarnai kabinet Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024, Jokowi juga bicara perihal sikap partai politik pendukung pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Kerja itu.

Kembangkan Keuangan Syariah Guna Tingkatkan Ekonomi Indonesia

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu