logo


Jokowi Tak Setuju Presiden Kembali Dipilih MPR, Netizen Singgung Sila ke-4, "Menyimpang dari Sila"

Simak berita selengkapnya

15 Agustus 2019 03:30 WIB

Kunker Presiden Jokowi ke Sulawesi Utara
Kunker Presiden Jokowi ke Sulawesi Utara ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak adanya wacana dipilihnya kembali presiden melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Menurut Jokowi, sistem pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung yang telah dilakukan sejak 2004 dinilai sudah tepat.

Baca Juga: Putranya Disebut Masuk Bursa Calon Menteri, Surya Paloh: Dia Sih Gagah, Tapi Kurang....


Jokowi Tidak akan Jadi Presiden Tahun 2019-2024 Jika 9 Hal Ini...

Sering Kesemutan dan Nyeri Pinggang? Awas, Pembekuan Darah Mengintaimu!!

"Saya ini terpilih jadi presiden melalui sistem pemilu langsung, jadi kenapa harus kembali ke sistem yang lama," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta (14/8).

Hal tersebut juga menimbulkan polemik dan perdebatan antar netizen. Banyak yang pro kontra terkait wacana tersebut. Berikut beberapa komentar netizen yang Jitunews pantau di artikel "Tolak Presiden Kembali Dipilih Lewat MPR, Jokowi: Saya Ini Dipilih Rakyat" yang tayang di Babe (14/8).

Mat Toto Yanto, Betul Pak, Jokowi pilihan rakyat. MPR sudah impoten, rapat laripurna saja, semua bangku2 nya kosong, lalu kemana mereka?

Strike, Ini Cara Jitu Mudah Mancing Malam Hari di Waduk, Penasaran?

Juhendi H, Lebih baik kembali dipilih MPR, daripada dipilih rakyat dengan penyelenggaranya curang.

Omay Ida Belinda, Sila ke-4 berbunyi, "kerakyatan yg dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dlm permusyawaratan perwakilan". Sila ke 4 ini menunjukkan bahwa rakyat dipimpin oleh presiden hasil musyawarah para wakil rakyat, yang berarti MPR bermusyawarah untuk memilih pemimpin rakyat Indonesia. Simpelnya presiden dipilih oleh MPR. Kesimpulan "Pemilu langsung menyimpang dari sila. Oleh karena itulah, saya kerap komen yang ngoar2 Pancasila justru kerap melanggar Pancasila.

Tak Bahas Munas saat Bertemu Jokowi, Bamsoet: Tidak Ada Restu-restuan

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata