logo


Taruna Enzo Dipertahankan, Fahri: Anak-anak Campuran Adalah Masa Depan

Penolakan terhadap Enzo yang sempat viral di media sosial karena diduga terafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

14 Agustus 2019 15:57 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah bersikap benar, dengan mempertahankan Enzo Zenz Allie (18), pemuda Indonesia berdarah Prancis sebagai taruna di Akademi Militer (Akmil).

"Saya berterima kasih kepada para petinggi TNI, yang telah bersikap benar. Bahwa Enzo adalah WNI dengan seluruh haknya untuk menjadi mahasiswa Akmil. Dan karena kemampuannya termasuk bahasa asing, setelah dites dia lulus. Cukup!!!,” ujar Fahri di dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Rabu (14/8).

Fahri menegaskan bahwa Indonesia dengan demokrasi yang diterapkan dan UU yang dibuat, dirancang untuk memiliki pikiran terbuka. Karena menyempitnya cara berpikir, terutama tentang agama akan membuat negara ini menyingkir dari kemajuan dunia.


Pakar Sebut Taruna Akmil Enzo Adalah Aset Istimewa

"Jangankan menerima tamu, warga sendiri kita curigai. Ingat! Kita jangan mau diadu domba dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan anak-anak campuran lainnya adalah masa depan. Dunia sedang dilengkapi oleh fasilitas komunikasi dan transportasi yang memungkinkan interaksi global terjadi secara massif. Pikiran kita harus terbuka. Harus waras dan rasional," tegasnya.

Maraknya atas penolakan terhadap Enzo yang sempat viral di media sosial karena diduga terafiliasi dengan ormas terlarang di Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Fahri menegaskan bahwa pandangan pribadi dan pilihan politik orang bukan dosa di negeri ini.

"Itu masa lalu, ada banyak yang bangga dengan ideologi komunis, toh jadi pejabat publik. Kenapa pula santri bule ini jadi masalah? Inilah penyakit kambuh kita, mentalitas yang tidak bagus diteruskan," ucapnya.

Digugat Kivlan Zen, Wiranto: Semuanya Itu Tidak Benar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata