logo


Diminta Jadi Gubernur NTT, Ahok Bilang, "Tinggal Diaduin Aja Mana yang Terbaik"

Simak berita selengkapnya

14 Agustus 2019 13:28 WIB

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), resmi menjadi kader PDI Perjuangan (PDIP). Momen bergabungnya Ahok itu diumumkan di kantor sekretariat DPD PDIP Bali.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), resmi menjadi kader PDI Perjuangan (PDIP). Momen bergabungnya Ahok itu diumumkan di kantor sekretariat DPD PDIP Bali. ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat melakukan kunjungan ke Kota Kupang, sejumlah warga meminta Ahok untuk menjadi calon gubernur NTT pada 2024 mendatang.

"Pak Ahok sudah berhasil memimpin DKI, kami ingin Pak Ahok bisa menjadi gubernur NTT," ujar Ketua Kaukus Perempuan Politik, Emi Kolin (13/8).

Baca Juga: Gak Sepakat dengan Rencana PNS Kerja di Rumah, JK: di Kantor Aja Kadang Gak Disiplin


Surya Paloh: Anies Adik Saya, Sama dengan Ahok

Sebut Barbie Kumalasari Jelmaan Uler Keket, Pihak Fairuz Bilang, "Dangkal Jadi Otaknya"

Menjawab permintaan dari Emi tersebut, Ahok mengaku tak ingin menjadi gubernur NTT.

"Pak Viktor masih memimpin dengan bagus kok, kan ada Pak Viktor dan ada Ibu Emi Nomlemi, tinggal diaduin aja mana yang terbaik," jawab Ahok.

Pada kesempatan itu pula, ia berujar saat bergabung ke PDIP bukan karena mengejar jabatan atau posisi politik. Tetapi, lantaran PDIP merupakan partai nasionalis yang hingga detik ini tetap setia pada Pancasila dan UUD 1945.

"Masih banyak yang lebih baik dari saya, untuk ditempatkan menjadi menteri. Di PDIP saya menjadi kader dan anggota baru, saya tidak kejar jabatan, kader-kader PDIP semua hebat-hebat melebihi saya. Saya memilih jadi guru politik," tukasnya.

Tak Sembarangan, Ternyata Ini Makna Megawati Sebutkan Nama Ahok di Kongres PDIP

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata