logo


Wiranto Digugat Kivlan Zen Rp1 Triliun Terkait Pam Swakarsa

Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil yang dipersenjantai pada 1998

13 Agustus 2019 09:56 WIB

Kivlan Zen.
Kivlan Zen. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto digugat oleh mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen.

Kivlan menggunggat Wiranto hampir Rp1 triliun terkait pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa aluas Pam Swakarsa pada 1998 yang disebut atas perintah Wiranto.

Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil yang dipersenjantai. Kelompok ini dibentuk pada 1998 untuk mengamankan Sidang Istimewa 1998.


TNI Lakukan Water Boombing untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Riau

Dalam petitum gugatannya Kivlan menyebut penugasan Pam Swakarsa oleh Wiranto kepada dirinya merupakan kegiatan yang memerlukan pembiayaan. Kivlan menuntut agar Wiranto dihukum membayar seluruh biaya dan kerugian yang dialaminya, baik materil dan imateril.

Dalam kerugian materil, Kivlan mengajukan kerugian sebesar Rp8 miliar karena telah menanggung biaya Pam Swakarsa dengan mencari pinjaman, menjual rumah, dan mobil.

"Menyewa rumah karena telah menjualnya sampai dengan mendapatkan rumah lagi pada tahun 2018 dari bantuan Jenderal Gatot Nurmantyo," demikian petitum kerugian materil Kivlan.

Sedangkan kerugian imateril diantaranya menanggung malu karena telah utang Rp100 juta. Bahkan, Kivlan juga tidak mendapatkan jabatan yang dijanjikan.

Selain itu, ia menuntut ganti rugi Rp500 juta karena mempertaruhkan nyawa dalam Pam Swakarsa. Ia menuntut Rp184 juta karena mengalami sakit dan tekanan batin sejak November 1998 hingga sekarang. Ia juga menuntut Rp100 juta karena dipenjara sejak 30 Mei 2019.

Gugatan Kivlan terhadap Wiranto ini diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dengan nomor perkara 354/Pdt.G/2019/PN Jkt.Tim. Sidang pertama rencananya digelar pada Kamis (15/8) pukul 09.00 WIB di PN Jakarta Timur.

TNI Amankan Dua Pucuk Senjata di Perbatasan RI-PNG

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata