logo


Minta Masyarakat Tak Alergi dengan Kata Syariah, PSI ke JK, "Ini Bikin Miris"

Simak berita selengkapnya!

12 Agustus 2019 15:42 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menanggapi pernyataan dari Wapres Jusuf Kalla untuk tidak alergi dengan kata syarah dalam menegakkan NKRI hasil keputusan Ijtimak Ulama IV.

Guntur Romli justru mengungkap arti dari syariah yang digunakan dalam Ijtimak Ulama IV agar JK tak salah paham.

Baca Juga: Jika Ingin Kembali Nyapres di 2024, Prabowo Syaratnya Harus....


Itjima Ulama Berniat Dirikan NKRI Syariah, JK Justru Bilang, "Jangan Terlalu Dianggap Itu Masalah"

Mahfud MD Gelar Sayembara Berhadiah Rp10 Juta, Netizen Bilang, "Dibanding Gaji BPIP, Mah Kecil"

"Syariah dikomersialisasi dengan strategi marketing untuk jenis produk dan unit usaha, ini bikin miris. Tapi yang ijtimak lakukan syariah dipolitisasi untuk bentuk dan kedaulatan negara: NKRI Syariah, paham?" terang Guntur Romli melalui laman Twitternya (12/8).

Ia berpendapat syariah yang hanya dipakai sebagai dagangan semata tersebut ditambah untuk politisasi suatu hal justru akan menjadi hal yang sangat membahayakan.

"Syariat Islam untuk umat Islam: Cocok! Syariah hanya sebagai strategi marketing untuk produk komersial: bikin miris! Syariah untuk politisasi bentuk dan kedaulatan negara (NKRI): ini bahaya @Pak_JK! Bukan soal alergi tapi tempatkan persoalan pada konteksnya," sambungnya.

Usulan NKRI Syariah Ditolak, Ijtimak Ulama: Kok Tiba-tiba Kebakaran Jenggot?

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata