logo


Prabowo Singkirkan 'Penumpang Gelap', PDIP: Sekarang Cari Kendaraan Baru untuk 2024

Hendrawan menilai penumpang gelap tersebut telah mendorong Gerindra untuk tampil sebagai penyerang

11 Agustus 2019 15:12 WIB

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno monitorday

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, telah menyingkirkan 'penumpang gelap' dalam pencapresannya di Pilpres 2019. Langkah Prabowo tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno.

"Kami menghargai kesadaran kolektif yang sekarang tumbuh di internal Gerindra. Kami apresiasi sikap dan langkah Pak Prabowo yang tegas bersikap terhadap mereka-mereka yang selalu mendorong Gerindra pada posisi kombatif dan konfrontatif," kata Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Minggu (11/8).

"Di momentum yang tepat, Pak Prabowo menjernihkan jati diri dan positioning partainya," sambungnya.


Protes soal 'Kebakaran Brewok' yang Diucap Gerindra, NasDem: Macam Politisi Kampungan

Hendrawan menilai penumpang gelap tersebut telah mendorong Gerindra untuk tampil sebagai penyerang. Ia yakin, setelah disingkirkan maka penumpang gelap itu akan mencari kendaraan baru untuk 2024.

"Para penumpang gelap ini sekarang sedang sibuk cari kendaraan baru untuk tampil lagi di 2024. Tujuan, janji-janji, dan dagangan mereka masih sama, mungkin manipulasi kemasannya saja yang dibuat lebih rumit," ujar Hendrawan.

Sebelumnya, Waketum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut ada 'penumpang gelap' yang mencoba memanfaatkan Prabowo demi kepentingan mereka.

"Tadi dibilang soal 'penumpang gelap', bukan karena kita singkirkan. Prabowo jenderal perang, Bos, dia bilang sama kita, 'Kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan nggak terduga.' Dia banting setir dan orang-orang itu gigit jari," kata Dasco dalam pemaparan survei Cyrus Network di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

Disebut Politisi Kampungan oleh NasDem, Gerindra: Itu Tidak Memalukan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata