logo


Bahas Masa Depan FPI, Maman Imanulhaq: Lebih Baik Jadi Parpol daripada Ditunggangi oleh...

Maman menyarankan FPI untuk berubah menjadi partai politik.

10 Agustus 2019 15:30 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq.
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Saat ini, Front Pembela Islam (FPI) menjadi sorotan banyak kalangan di tanah air.

Pasalnya, FPI dianggap bertentangan dengan Pancasila dan mendukung penegakkan khilafah di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq membandingkannya dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.


Survei Cyrus: Publik Ingin Jokowi Ajak Prabowo Gabung di Pemerintahan

“Agama lahir untuk menegakkan keadilan sosial dan kesetaraan. Dakwah itu harus ramah bukan memukul. Itu yang saya lihat dilakukan oleh NU dan Muhammadiyah,” kata Maman dalam acara Mata Najwa beberapa waktu lalu.

Maman mencontohkan bahwa PKB yang lahir dari NU menerapkan prinsip Islam Rahmatan Lil Allamin.

Berbeda dari FPI, pihaknya paham bahwa sebagai ideologi, Pancasila sangat cocok dengan islam dan itu merupakan hasil perjuangan umat Islam serta seluruh bangsa Indonesia. Dalam bingkai NKRI dan ideologi Pancasila, tidak ada orang yang istimewa, mayoritas atau minoritas.

“Di sini, negara tidak melihat agamanya, tetapi siapapun warga negara yang bayar pajak harus dihormati dihargai dan dilindungi negara. Ini prinsip negara ini yang harus dipegang,” tegasnya.

Selain itu, Maman juga mengkritik sepak terjang FPI yang kerap diwarnai dengan kekerasan. Salah satunya adalah insiden yang terjadi di Monas tahun 2008.

“Tiba-tiba FPI menjadi laskar, seolah-olah menjadi polisi syariah melakukan intimidasi, hate speech di panggung-panggung publik, melakukan mimbar-mimbar dakwah menjadi mimbar fitnah, mencaci maki aparat negara, mencaci maki termasuk Pancasila,” lanjut Maman.

Oleh karena itu terkait masa depan FPI, Maman mengatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Mendagri.

“Kalau saya sederhana, serahkan ke Mendagri soal administrasi. Tapi bagi saya, alangkah indahnya kalau FPI, karena ini tugas Mendagri hari ini, FPI yang punya rekam jejak di publik kekerasan hilang, lalu berikan nama baru,” ujarnya.

Namun jika FPI memang ingin berjuang di politik, Maman justru menyarankan untuk berubah menjadi parpol.

“Kalau politis, itu kan ujung-ujungnya mendapatkan sesuatu. Kasihan FPI sudah panas-panasan, tapi tidak mendapat apa-apa untuk membesarkan dakwah Islamnya. Lebih baik FPI berjuang secara politik, yakni jadi parpol daripada ditunggangi oleh kelompok politik pragmatis yang menggunakan politik identitas,” pungkasnya.

Keren! Berikut 7 Kata-kata Mutiara Maman Imanulhaq! "Tidak Boleh ada Kekerasan yang..."

Halaman: 
Penulis : De Sukmono