logo


Keren! Kebumen Siap Bertransformasi Jadi Desa Garam

Berikut ulasannya

9 Agustus 2019 17:12 WIB

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Kebumen, La Ode Haslan; Sesdin KP Massagus Herunoto; Kabid Usaha Perikanan; Sigit Dwi Purnomo; dan Kasi Pelayanan Usaha Perikanan, Hajar Mutiana.
Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Kebumen, La Ode Haslan; Sesdin KP Massagus Herunoto; Kabid Usaha Perikanan; Sigit Dwi Purnomo; dan Kasi Pelayanan Usaha Perikanan, Hajar Mutiana. Doc Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja menerima kunjungan Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, pada 8 Agustus 2019, di Ruang Rapat Kepala BRSDM, Gedung Mina Bahari III.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kebumen meminta dukungan pada pemerintah pusat dalam hal bantuan pelatihan dan sarana prasarana untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam.

“Di tahun 2018, warga Kebumen telah mengikuti pelatihan garam dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal. Juni 2018, sudah ada yang merintis dalam bentuk Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR).


Dunia Usaha Harus Proaktif Dukung Swasembada Pangan

"Pada Juli 2019, kami telah melakukan panen dengan produksi mencapai 31 kuintal dengan harga mencapai Rp5.000 per kilogram, yang berasal dari 11 unit berlokasi di Desa Mirit Petikusan Kecamatan Mirit yaitu Kugar Jagad Kidul,” papar Yazid.

Pihaknya menyampaikan bahwa Kebumen memiliki perairan laut dengan panjang pantai 57,5 km, dengan ketersediaan bahan baku garam (air laut) yang sangat cukup, bersih, tidak tercemar dan bebas dari air tawar. Hal tersebut ditunjang dengan iklim kemarau yang cukup panjang, atau tidak mengalami gangguan hujan berturut-turut selama 4 - 5 bulan di Wilayah Kebumen. Daerah ini juga memiliki jumlah penduduk 1,3 juta jiwa sebagai sumber tenaga kerja.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma