logo


Megawati Disebut Ingin 'Tendang' NasDem karena Tak Sebut Nama Surya Paloh, Ini Kata PDIP

Pengamat politik berpendapat bahwa hal ini menunjukan jika PDIP mengarahkan NasDem untuk menjadi oposisi pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

9 Agustus 2019 10:02 WIB

Ketua Umum PDIP, Megawati Seokarnoputri, di Kongres V PDIP di Bali, Kamis (8/8).
Ketua Umum PDIP, Megawati Seokarnoputri, di Kongres V PDIP di Bali, Kamis (8/8). Instagram @PDIP

BALI, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik di dalam kongres V PDIP di Grand Inna Hotel, Sanur, Bali, Kamis (8/8).

Dalam pidato politiknya, Megawati menyebut beberapa nama mulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, hingga eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Baca juga: Jika Gerindra Masuk Koalisi Jokowi, Fadli Zon Berjanji untuk ...


Rizieq Shihab Tak Kunjung Pulang, MS Kaban: Orang Tuanya...

Namun, Megawati tak menyebut nama Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang juga hadir dalam acara tersebut. Meski Surya bersama ketua umum partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK), turut hadir di kongres PDI Perjuangan.

Alhasil, pengamat politik berpendapat bahwa hal ini menunjukan jika PDIP mengarahkan NasDem untuk menjadi oposisi pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Sementara itu, politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari tak sepakat dengan anggapan bahwa ketua partainya melupakan kehadiran Surya Paloh.

Di awal sambutan atau pidato politiknya dalam pembukaan kemarin, Mega terkesan lebih fokus untuk menyapa Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Dua orang itu elemen kejutan di sini, jadi kalau kemudian Bu Mega menyebut dua orang ini, ya karena memang psikologis massa ke situ. Jadi seperti guest star di acara itu," ujar Eva Kusuma Sundari seperti dikutip dari RMOL.

Menurut Eva, isu yang menyebutkan Megawati tak menyapa Surya Paloh saat sambutan lantaran pengin menjauh, sangat tidak beralasan. "Surya Paloh itu kan teman lama, tetapi kalau Pak Prabowo itu elemen kejutan. Orang kan nggak membayangkan," tutur Eva.

Di luar itu, kata Eva, Megawati lebih memanfaatkan momentum kongres untuk menegaskan keinginan partai pada presiden terpilih Joko Widodo.

"Lebih kepada urusan PDI Perjuangan. Seperti ini loh pak (Jokowi) forum tertinggi PDIP. Kami minta begini, begitu, jadi lebih memanfaatkan momentum kongres untuk meminta penegasan dari Pak Jokowi," pungkasnya.

PDIP Minta Jatah Menteri Terbanyak, Surya Paloh: yang Penting Itu Terbaik

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu