logo


Konsumsi Ikan, Solusi Kabupaten Garut Tekan Angka Stunting

Kandungan gizi pada ikan mampu mengatasi masalah hambatan pertumbuhan (stunting) yang melanda di beberapa daerah di Indonesia

9 Agustus 2019 05:51 WIB

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono, saat melakukan kunjungan kerja bersama dengan perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan), anggota Komisi XI DPR RI dan anggota IV BPK RI di Situ Bagendit,  Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (7/8/2019)
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono, saat melakukan kunjungan kerja bersama dengan perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan), anggota Komisi XI DPR RI dan anggota IV BPK RI di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (7/8/2019) ist

GARUT, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus gencar melakukan sosialisasi Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ke daerah-daerah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah.  Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak konsumsi ikan domestik.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono, mengatakan, peningkatan konsumsi ikan ini menjadi penting karena kandungan gizi pada ikan mampu mengatasi masalah hambatan pertumbuhan (stunting) yang melanda di beberapa daerah di Indonesia.

Pada kunjungan kerjanya bersama dengan perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan), anggota Komisi XI DPR RI dan anggota IV BPK RI di Situ Bagendit,  Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (7/8), Aryo menyebut, saat ini baru 3 Provinsi di Indonesia yang lepas dari masalah stunting. Mengingat Provinsi Jawa Barat belum terlepas dari masalah stunting, maka kegiatan Safari Gemarikan  harus terus dilaksanakan berkolaborasi dengan berbagai pihak.


KKP Dukung Terbangunnya Kawasan Perikanan Budidaya di Wilayah Kerjasama Kabupaten Utara Utara Sulawesi

“Mengonsumsi ikan mampu atasi gizi buruk. Makanya kami akan terus mengajak masyarakat terus makan ikan, terutama daerah yang tingkat konsumsinya masih rendah. Salah satunya di Garut ini,” jelasnya.

Angka konsumsi ikan Kabupaten Garut  tahun 2018 hanya sebesar 20,70 kg/kapita (setara ikan utuh segar), masih di bawah angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat 29,64 kg/kapita. Jumlah ini bahkan jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional yang sebesar 50,69 kg/kapita.

“Bukan hanya Garut, masih banyak daerah yang tingkat konsumsinya rendah. Makanya kami nanti kami akan hadir di sana,” paparnya.

Apalagi menurut Aryo, di tengah jumlah penduduk yang terus meningkat, sangat penting menjaga ketahanan pangan. Ikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Oleh karena itu, ketersediaannya harus cukup, baik diperoleh dari perikanan tangkap maupun hasil budidaya.

"Salah satu  kegiatan untuk menjaga ketersediaan ikan ya restocking, dengan  menebar benih ikan nilem seperti yang baru saja dilakukan di Situ Bagendit ini,” ujarnya.

SMART-Fish Bikin Pembudidaya Ikan Patin Untung!

Halaman: 
Penulis : Riana, Admin