logo


Jika Gerindra Masuk Koalisi Jokowi, Fadli Zon Berjanji untuk ...

Belakangan ini, angin berita bahwa Partai Gerindra akan merapat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf berhembus kencang.

8 Agustus 2019 14:57 WIB

Fadli Zon.
Fadli Zon. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Partai Gerindra punya kans yang sangat besar untuk bergabung dalam barisan pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo jilid II. Sementara itu, Waketum Gerindra Fadli Zon mengklaim, seumpama nanti Gerindra bergabung, dirinya akan tetap menyuarakan kepentingan publik. Fadli menampik anggapan dia tak akan lagi vokal seperti selama ini.

"Enggaklah, kalau saya akan tetap menyuarakan kepentingan rakyat, kepentingan konstituen saya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Tempo.co, Kamis, (8/8).

Baca juga: Kongres PDIP Kembali Pertemukan Jokowi dan Prabowo Serta Elit Politik


Ridwan Kamil Akan Lapor ke Jokowi soal Tumpahan Minyak, Ferdinand: Cengeng Nih

Fadli mengatakan, sebagai anggota Dewan, menyuarakan kepentingan konstituen adalah amanat konstitusi. Dia membantah bakal tersandera jika nanti Gerindra bergabung ke koalisi pemerintah.

"Kalau saya bekerja kalau sebagai DPR, ya sesuai kepentingan rakyat ya, suara konsituen ya itu perintahnya konstitusi," kata dia.

Baca juga: Pengamat Sebut Kongres PDIP Jadi Isyarat Kuat Prabowo Gabung Koalisi Jokowi

Fadli juga berujar pemerintah tetap perlu diawasi. Jika tidak, kata dia, akan sangat berbahaya karena pemerintah cenderung merasa benar sendiri. Fadli menganggap, DPR harus tetap menjalankan fungsi check and balance dengan baik terhadap eksekutif, terlepas apa pun yang terjadi nanti ihwal komposisi koalisi dan oposisi.

"Jadi DPR ya apapun yang terjadi harus tetap jadi lembaga yang kritis konstruktif, karena itu adalah tugas konstitusional," ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Meski begitu, Fadli mengimbuhkan bahwa Gerindra belum memutuskan apakah akan bergabung ke pemerintah atau tetap menjadi oposisi. Dia mengklaim, partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu bakal mengedepankan kepentingan nasional dalam mengambil keputusan nantinya.

"Nanti ada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan, itu sudah ada mekanismenya, tergantung apakah kami berbuat di dalam atau lebih efektif di luar. Itu belum kami putuskan finalnya," ucapnya.

Gerindra Diprediksi Gabung Koalisi Jokowi, Ini Respons Sandiaga Uno

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu