logo


Soal Raperda Kawasan Dilarang Merokok, Wahyu Haryanto: Kita Harus Mendukung

Berikut pernyataan lengkapnya

7 Agustus 2019 22:56 WIB

Diskusi HIPMI Solo
Diskusi HIPMI Solo Doc Jitunews

SOLO, JITUNEWS.COM - BPC HIPMI Kota Surakarta menggelar acara diskusi bersama dua anggota DPRD Surakarta terpilih, yaitu Ginda Ferachtriawan dan Wahyu Haryanto.

Diskusi yang mengangkat tema 'Ekosistem Bisnis di Kota Solo' ini selanjutnya membahas mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kawasan dilarang merokok.

Ginda mengatakan bahwa Raperda tersebut sudah ditetapkan pada hari ini sehingga sadah bisa disebut Perda, meski sebelumnya mendapat pertentangan dari banyak pihak.


Aturan Pajak di Kota Solo Ramah untuk Industri Kreatif

"Perda itu sudah ditetapkan tadi malam, sebelumnya banyak pertentangan mengenai perda itu. Bahkan ada LSM yang meminta satu kota langsung, ada aliansi tembakau yang mempermasalahkan cukai," ujar Ginda di kantor Sekretariat BPC HIPMI Kora Surakarta, Rabu (7/8).

Ginda mengatakan ada 5 kawasan dilarang merokok, yakni lokasi pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, tempat olahraga, dan tempat bermain anak. Namun ada 2 kawasan yang masih diizinkan merokok, yakni tempat kerja dan tempat umum.

Tak hanya jenis rokok konvesional, rokok elektrik juga termasuk dalam peraturan tersebut.

"Sisha dan rokok elektrik juga termasuk yang tidak dibolehkan," lanjutnya.

Ginda menyebut Satpol PP akan menindak orang yang melakukan pelanggaran.

"Sanksi nanti berasal dari UU Kesehatan. Secara logika nanti penegaknya adalah Satpol PP untuk menegur dan pidana," jelasnya.

Wahyu mengatakan bahwa masyarakat harus mendukung Perda tersebut agar menyelaraskan status kota Solo yang menjadi kota yang layak disinggahi dan ramah anak.

"Kita harus mendukung. Kota Solo sendiri sudah memperoleh predikat itu dan harus menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Wahyu di kesempatan yang sama

Soal Pajak Daerah, Ginda Ferachtriawan: Pengusaha Harus Ikut Membantu

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma