logo


Aturan Pajak di Kota Solo Ramah untuk Industri Kreatif

Berikut ulasannya

7 Agustus 2019 22:29 WIB

Hipmi Solo
Hipmi Solo Doc Jitunews

SOLO, JITUNEWS.COM - BPC HIPMI Kota Surakarta menggelar acara diskusi bersama dua anggota DPRD Surakarta terpilih, yaitu Ginda Ferachtriawan dan Wahyu Haryanto yang juga merupakan anggota HIPMI. Diskusi ini bagian dari acara Road To Muscab VIII.

Diskusi dipandu oleh Ketua Bidang Perdagangan, Perindustrian dan BUMN BPC HIPMI Surakarta, Jimmy Soegiarto, dengan mengangkat tema 'Ekosistem Bisnis di Kota Solo'.


Pemilihan Ketum dan Kepengurusan Baru, BPC HIPMI Solo Akan Gelar Muscab VIII

Diskusi dibuka dengan perkenalan kedua narasumber.

Ginda mengungkapkan bahwa tujuannya terjun ke dunia politik agar bisa mengembangkan industri kreatif. Dia sebagai pemilik Event Organizer (EO), ingin mengembangkan event-event di kota Solo.

"Salah satu tujuan saya gabung politik ingin mengembangkan bisnis kreatif karena saya berasal dari bisnis EO. Salah satu hal yang patut diapresiasi adalah turunnya pajak event di Solo yang dulunya 25% sekarang sudah turun 15%," ujar Ginda di kantor Sekretariat BPC HIPMI Kora Surakarta, Rabu (7/8).

Sementara itu, Wahyu mengatakan bahwa dirinya memulai usahanya dengan membuka bisnis konsultan saat banyak bisnis keluarga berkembang.

"Saya melihat di Solo ini banyak bisnis keluarga, saya akhirnya membuka jasa consultant waktu saya memulai usaha. Saya melihat Solo 5 tahun ini berkembang dengan cepat. Mungkin sekarang harus dituntut untuk menyiapkan diri, jangan jadikan pajak pemerintah sebagai hambatan," jelas Wahyu.

Diskusi ini membahas 3 hal pokok, yaitu Industri kreatif, Pajak daerah dan Raperda kawasan dilarang merokok.

 

Muscab VIII HIPMI Solo Akan Digelar 2 Sesi dan Dibuka untuk Umum

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma